Beberapa waktu lalu dirinya sudah sowan ke para ulama dan pesantren. Dan Surabaya ini sudah beberapa kali ia kunjungi, termasuk mengapa deklarasi KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) di Surabaya. Itu tidak lain karena Partai Golkar berpeluang menang di Surabaya.
Airlangga Hartarto yang juga Menteri Koordintor bidang ekonomi pada kabinet Jokowi ini mengakui, Golkar pernah menang di Jawa Barat. Namun di Jawa Tengah Golkar tengah memasuki dan berusaha merebut kembali. Sedangkan Jawa Timur ini adalah daerah perang, perang untuk memenangkan Pemilu 2024.
Dalam kesempatan tersebut Airlangga Hartarto meminta kepada 38 ketua DPD Golkar Kabupaten/kota untuk allout memenangi di daerahnya masing masing. Sebab itu Golkar Jawa Timur harus satu komando.
Untuk bisa memenangi peperangan tersebut, Golkar tidak boleh bisa di ganjang ganjing. Pemilu 2024 hanya tinggal menyisakan sekitar 500 hari lagi, maka mulai sekarang sosialisasi harus di gencarkan. DPP juga sudah menyisir para fungsionaris.
“Pak Sarmuji saya minta juga terus mendorong fungsionarisnya untuk kerja kerja politik. Jika ada fungsionaris yang rangkap agar segera diberikan teguran. Segera lakukan klarifikasi dan diberikan tindakan tegas. Sebab saya dengar ada juga yang rangkap, duplikasi,” tegasnya
Ketua Umum Airlangga sebelum melakukan konsolidasi dengan mengundang 38 ketua DPD kabupaten/kota, juga melakukan kunjungan silaturahim ke Ponpes Zainul Hasan Genggong Desa Pajarakan Probolinggo. Saat itu Airlangga ditemani Ketua Jawa Timur M Sarmuji dan beberapa pengurus DPP dan Jatim. (*)





