Jumat, 14 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSama-sama jadi Pelanggan PDAM Surabaya, Tapi Beda Nikmat Kucuran Air

    Sama-sama jadi Pelanggan PDAM Surabaya, Tapi Beda Nikmat Kucuran Air

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Setiap pelanggan di PDAM Surya Sembada, punya hak sama. Yakni, sama-sama bisa menikmati air bersih, dan sama-sama punya kewajiban membayar tagihan air di setiap bulannya. Hanya, meski sama-sama sebagai pelanggan, dan membayar tagihan setiap bulan, kenikmatan untuk mendapatkan kucuran air dari BUMD milik Pemkot Surabaya tersebut, belum sama. Artinya, beda nikmat, meski sama-sama sebagai pelanggan

    Beda nikmat, lantaran, di wilayah satunya kondisi airnya jernih dan lancar, sementara wilayah lainnya lagi, airnya keruh dan terkadang netesnya di jam 11 malam. Bahkan, ada pula wikayah yang belum teraliri air. Itulah kondisi yang dirasakan sebagian pelanggan PDAM di Kota Surabaya.

    Diketahui, bahwa PDAM memiliki visi menjadi perusahaan air minum modern. Misinya, Memastikan pengelolaan keuangan yang transparan untuk kesejahteraan masyarakat; Membangun masyarakat yang bijak dalam penggunaan air; Menyediakan air minum yang efisien dan berkelanjutan; dan, Membangun lingkungan kerja yang memprioritaskan integritas dan prestasi.

    Namun, berkaca pada kondisi yang dirasakan pelanggan, bahwa air keruh, air tidak menetes, dan kalau pun netes biasanya terjadi pukul 11 malam, maka misi PDAM selama ini belum jadi kenyataan. Sebab, PDAM belum bisa menyediakan air secara berkelanjutan. Dengan begitu, bagaimana mungkin PDAM bisa mewujudkan visinya menjadi persuhaan air minum yang modern.

    Salah satu bukti keluhan beda nikmat dirasakan pelanggan PDAM, disampaikan warga kepada Wali Kota Eri Cahyadi di acara “Ngobras” (Ngobrol Santai), pada 19 Agustus kemarin. Ngobras di Graha Unesa tersebut, bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) dari Kecamatan Lakarsantri, Sambikerep, Karang Pilang, Dukuh Pakis hingga Wiyung.

    “Kenapa ya pak? Akhir-akhir ini air di wilayah kami itu kurang jernih (keruh), sehingga banyak warga yang mengeluh. Sebentar bening, besoknya keruh lagi, mohon solusinya,” curhat Widodo, warga Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep

    Baca juga :  Curanmor Makin Marak di Surabaya, Pemkot Cari Solusi

    Mendengar pertanyaan itu, Eri menjawab, ia juga merasakan hal yang sama seperti Widodo. “Ini air PDAM nggih pak? Alhamdulillah griyo kulo nggih kurang jernih,” jawabnya.

    Namun, Eri mengaku, sebelumnya sempat bertemu dengan Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono. Dalam pertemuan itu, terjadi diskusi, termasuk membahas rencana PDAM di tahun 2023.

    Rencana itu adalah, memastikan di tahun 2023 seluruh Kota Surabaya sudah teraliri air PDAM. Sehingga nantinya wilayah yang belum teraliri air PDAM, khususnya di wilayah barat dipastikan sudah berjalan lancar.

    “Jadi bukan hanya di wilayah Lontar, di Benowo dan Pakal itu terkadang air PDAM-nya keluar di jam 11 malam. Kadang nggak metu blas (nggak keluar sama sekali),” ujar Eri.

    Untuk itu, Eri memohon kepada warga Lontar agar bersabar, karena saat ini ia bersama Dirut PDAM Surya Sembada sudah memetakan wilayah mana saja yang belum teraliri dan terhambat aliran airnya.

    “Saya terima kasih sudah diinformasikan. Kami sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah air yang kurang jernih ini,” kata Eri

    Menurutnya, PDAM hingga kini terus melakukan berbagai upaya percepatan demi mewujudkan target “2023 Semua Terlayani Air”. Salah satu yang dilakukan, terus memperbanyak program master meter.

    Misalnya, pada Mei lalu, ia meresmikan tujuh master meter di beberapa titik di Kota Pahlawan. Yakni, master meter di Jalan Karangan gang 5, Kel. Sawunggaling, Kec. Wonokromo. Tambak Dalam Baru Gang 8, Kel. Asemrowo, Kec. Asemrowo. Tambak Dalam Baru Gang 9, Kel. Asemrowo, Kec. Asemrowo. Pegesangan Lestari Gang 2, Kel. Pagesangan, Kec. Jambangan. Medokan Sawah Timur Gang 7C, Kel. Medokan Ayu, Kec. Rungkut. Pagesangan 4 Sungai, Kel. Pagesangan, Kec. Jambangan. Keputih Tegal Gang 8, Kel. Keputih, Kec. Sukolilo.

    Baca juga :  Siap Jaga Wilayah LGBT, I Gusti Bagus M Ibrahiem Nahkodai Kanim Kelas I TPI Tanjung Perak

    Eri mengaku bersyukur, karena beberapa tempat di Surabaya yang belum teraliri air PDAM akhirnya mulai teraliri air dengan program master meter. Namun, beberapa tempat yang belum teraliri air PDAM itu bukan berarti PDAM tidak bisa memasang di tempat tersebut, tapi memang terkendala aturan yang tidak diizinkan.

    Hal itu, bisa karena tanahnya bukan milik pribadi, tetapi tanah irigasi, atau tanahnya PT KAI dan sebagainya. “Nah, yang seperti ini PDAM tidak bisa dipasang, karenanya di PDAM itu ada istilah atau program pasang master meter,” jelasnya.

    Dalam program master meter, PDAM dibantu oleh Forum Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) agar masyarakat mampu secara swadaya melakukan perawatan dan sosialisasi kepada penerima manfaat. Dalam hal ini, masyarakat menggali, memasang pipa, melakukan sambungan rumah, dan melakukan perbaikan kembali bekas galian. Sedangkan PDAM menyediakan meteran induk dan jaringannya.

    Karena itu, Eri mengingatkan kepada KSM untuk meminta persetujuan terlebih dahulu kepada pemilik tanah sebelum pemasangan master meter. Sebab, yang memperbaiki jika ada kerusakannya bukan PDAM, tapi kelompok masyarakat tersebut. PDAM tidak diizinkan oleh aturan, karena itu bukan tanahnya pemkot dan bukan milik pribadi. “Yang paling penting jangan sampai ada warga yang ngomong tidak diberitahu, makanya dipastikan dulu sebelum dipasang,” katanya.

    Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu mengatakan, tahun 2022 ini, layanan master meter telah melayani rumah tangga yang berada di tujuh lokasi tersebut dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 149 KK (Kepala Keluarga).

    Menurutnya, program master meter merupakan program strategis yang tiap tahun direplikasi oleh PDAM. Program ini diinisiasi sejak tahun 2010 dengan lokasi pemasangan pertama di Jetis Baru Kelurahan Wonokromo.

    Baca juga :  Satpol PP Eksekusi Paksa 14 Tiang Provider di Jalan Karet  

    Sampai Agustus 2022, master meter yang dipasanag PDAM sudah 192 titik dengan total penerima manfaat hampir mencapai 9.000 KK.

    Master meter ini, kata Arief, merupakan upaya PDAM Surya Sembada untuk melayani warga yang selama ini di wilayah yang tidak bisa dipasangi pipa PDAM secara administrasi.

    “Jadi, ini merupakan upaya PDAM agar warga yang dulu tidak dapat menikmati air PDAM secara langsung, bahkan tidak dapat menangani pemasangan sambungan air baru, kini dapat menikmati secara langsung melalui kran di depan rumahnya,” tukasnya.

    PDAM memiliki pelanggan hampir 600 ribu. 80 persennya, adalhpelanggan rumah tangga. Arief mengakui, terdapat ribuan pelanggan yang belum terlayani dengan baik. Di antara penyebabnya, pesatnya perkembangan kota dengan munculnya hunian baru.

    Untuk itu, Arief mengatakan, ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan, menambah pasokan air, sehingga pelanggan yang belum memperoleh air bisa rerlayani semua.

    Selain itu, lanjutbya, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PDAM juga melakukan langkah efisiensi, dengan mengatasi tingkat kehilangan air akibat kerusakan jaringan, atau kebocoran pipa yang sudah tua. Untuk itu pula, PDAM menargetkan bisa melakukan peremajaan pipa sepanjang 150 km di tahun 2022 ini.

    Tentang tagline tahun 2023 semua terlayani air bersih, Arief mengatakan, itu adalah komitmen PDAM untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Komitmen memaksimalkan pelayanan kepada warga, khususnya para pelanggan.

    Kata Arief, target 2023 bisa terwujud, dengan syarat peningkatan cakupan layanan sampai 100 persen. Karenanya, PDAM mengajak masyarakat memanfaatkan Gebyar Diskon Pasang Baru yang sudah berjalan sejak 1 Agustus hingga 30 September 2022 nanti. Diskon hanya berlaku untuk kelompok pelanggan rumah tangga sosial umum, sosial khusus, ruko, rumah indekos, dan tempat usaha. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan