Jumat, 21 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWartawan Hebat Hadiaman Wafat

    Wartawan Hebat Hadiaman Wafat

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dunia jurnalistik kehilangan salah satu tokoh dengan sejuta kepiawian dalam komunikasi dan menyajikan karya wartawan. Adalah Haji Hadiaman Santoso, Minggu (21/8/2022) wafat di RSI Jemursari Surabaya.

    Saya mengenal “Om Has” panggilan akrab wartawan yang selalu dengan pakaian rapi mengagumkan dengan rambut selalu disisir rapi dengan performance wartawan sejati. Almarhum tidak lebih adalah sosok wartawan hebat.

    Almarhum wartawan “penjaga marwah wartawan”, selalu tampil meyakinkan dalam melakukan tugas-tugas kewartawan. Bahkan selama menjadi pengurus PWI Jatim sejak saya mengenal sebagai Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Ketua SIWO PWI Jatim) pada tahun 80-an sampai menjadi Sektetaris dan Wakil Ketua PWI, penegakkan kewartawanan dan keorganisasian PWI “Om Has” selalu di depan.

    Dalam percaturan PWI pada masa Orde Baru sejumlah nasional pada masa itu, seperti Agus Parengkoan, Sofyan Loebis, Tarman Azam, dan lainnya ketika menghadiri acara nasional selalu menanyakan figur Hadiaman Santoso (Has).

    Almarhum Haji Hadiaman Santoso menjadi pengurus inti HPN Jatim 1985 dan Porwanas Jatim, bersama almarhum H Agil H Ali dan almarhum Darmaji, almarhum Sam Abede Pareno, Ali Salim dan lainnya.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Ganti Kendaraan Kepala OPD dengan Tenaga Listrik Sistem Sewa

    Ketika almarhum H. Agil H. Ali sebagai manajer Persebaya Surabaya, saya bersama almarhum Om Has sering mendapat tugas memantau tim lawan, sekaligus mempelajari kecenderungan suporter lawan dan kemungkinan di lapangan maupun di luar lapangan.

    Bahkan sejumlah pemain Persebaya memanggil sebutan populer lain “Kolonel”, itu karena waktu Persebaya bertandang ke markas PSM Makasar, sebelum pertandingan ada konser musik Bob Tutupoli. Dengan penuh keyakinan seperti seorang pejabat Om Has membawa rombongan pemain menonton dan dihormati layaknya pejabat. Bahkan ada yang menyapa “Siap Ndan”.

    Sepak terjang dunia jurnalistik, Om Has terutama kegitaan PWI almarhum masih memberikan saran dan kritik, jika ada yang perlu diperbaiki atau ada kesalahan yang semestinya tidak boleh dilakukan.

    Saya bersama almarhum Trimarjono, almarhum H. Agil H. Ali, Almarhum Hadiaman Santoso, dan Tjuk Suwarsono pernah mendapat tugas dari Pemprov Jatim menjadi tim non-teknis pada penyelenggaraan PON XIV sekaligus mempersiapkan kampanye menjadi tuan rumah PON XV tahun 2000.

    Kepiawian dan kehebatan dalam melakukan komunikasi dengan meyakinkan siapa saja, selalu mendapatkan kepercayaan dan kemudahan dalam melaksanakan tugas.

    Baca juga :  Pemprov Jatim Komitmen Tingkatkan Layanan RS Korpri Pura Raharja

    Almarhum saya katakan hebat, karena selalu memikirkan pekerjaan wartawan, keselamatan wartawan, dan kesejahteraan wartawan. “Tolong Jok jangan lupa ikut memikirkan teman-teman wartawan”. Itu kalimat yang masih saya ingat.

    Kalimat itu mempunyai makna sangat mendalam hari ini dan hari-hari kemarin. Apalagi kehidupan wartawan ke depan dengan persaingan dan perubahan begitu luar biasa. Era digitalisasi dengan berbagai perubahan konten sekaligus penulisan yang tetap menjaga marwah wartawan.

    Saya juga pernah bersama-sama menjadi pengurus inti di PB PON XV-2000 Surabaya Jawa Timur.

    Menyiapkan dan mendidik mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mensukseskan perhelatan PON 2000, merancang berbagai ide untuk mensukseskan semuanya.

    Almarhum sangat bersahaja dengan penuh keyakinan, selalu memberi contoh teladan sehingga di mata siapa saja selalu kuat dan hebat.

    Kepiawian dan kehebatan almarhum begitu dekat dengan pejabat dan TNI pada masa Orde Baru, sehingga jembatan wartawan melakukan komunikasi dalam mencairkan suasana.

    Hobby tenis lapangan menjadi almarhum Haji Hadiaman Santoso, semakin populer dengan pejabat, pengusaha, wartawan, pengurus olahraga, dan siapa saja.

    Baca juga :  Jelang Peresmian Kota Lama Surabaya, hanya Suroboyo Bus Melewati Zona Eropa

    Saya bersama keluarga sering sowan ke rumah almarhum Haji Hadiaman Santoso, dan beliau sempat menjadi saksi pernikahan adik saya, Avia Nurdhiyaah saat acara akad nikah tahun 2002 di kampung saya, Celep Sidoarjo.

    Menulis tentang almarhum Om Has pada saat perjalanan dari Tulungagung karena ada urusan keluarga langsung kembali ke Surabaya, jujur saja ingat, hilang, tenggelam dan muncul lagi. Tetapi cukup banyak menulis tentang kedekatan wartawan hebat ini dengan pejabat juga sesama sejawat. Bahkan wartawan baru pun tetap disapa sebagai teman akrab.

    Almarhum Haji Hadiaman Santoso sangat menyukai organisasi dan sungguh-sungguh dalam melangkah maupun bertindak. Sebagai wartawan pernah dekat dengan KSAD Jenderal Hartono dan sejumlah jenderal pada saat masih bertugas sebagai wartawan.

    Sebagai wartawan senior yang sudah malang melintang, mengenyam asam manis dan asinnya kehidupan wartawan. Cukup banyak kisah dan cerita dari pengalaman Haji Hadiaman Santoso. Almarhum yang aktif berolahraga tenis sejak sakit kesehatannya mulai menurun dan Minggu pagi dipanggil Yang Maha Kuasa. Selamat jalan, InsyaAllah dengan catatan amal kebaikan dan pada saat sakit selalu cerita tentang nabi-nahi dan orang-orang sholihin, pada menutup usia dengan husnul khotinah. (*)

    Reporter : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan