Minggu, 25 September 2022
29 C
Surabaya
More
    EkbisMentan: Penghargaan Swasembada Beras Kado HUT ke-77 RI

    Mentan: Penghargaan Swasembada Beras Kado HUT ke-77 RI

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, Penghargaan Sistem Pertanian-Pangan Tangguh dan Swasembada Beras 2019-2021 melalui Penggunaan Teknologi Inovasi Padi dari International Rice Research Institute (IRRI), adalah kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI.

    “Ini kado terbesar di HUT ke-77 Republik Indonesia karena IRRI memberikan penghargaan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,” kata Syahrul dalam keterangan pers, usai mendampingi Presiden Jokowi menerima penghargaan tersebut, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8/2022).

    Penghargaan ini, lanjutnya, merupakan wujud pengakuan dunia internasional terhadap sistem pertanian dan pangan Indonesia.

    “(IRRI) telah memberikan pengakuan terhadap sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan swasembada beras tahun 2019-2021 melalui penggunaan teknologi dan inovasi berbagai aspek di bidang pertanian. Indonesia bahkan telah berhasil membangun berbagai bendungan dan irigasi yang menjadi tolok ukur hadirnya pertanian yang kuat,” ujarnya.

    Baca juga :  Penghasilan Padat Karya Paving di Surabaya dalam Setiap Bulan Rp6-7 Juta per Orang

    Capaian ini, kata Syahrul, diperoleh melalui kerja keras yang terintegrasi dari semua pihak.

    “Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa hadiah hari ini sebagai pengakuan dan penghargaan dunia, dari IRRI ini, adalah suatu hasil kerja yang terintegrasi dari semua pihak, bukan hanya pemerintah, lebih khusus petani, dengan menggunakan berbagai strategi yang tersistematis (dan) terstruktur, baik untuk sarana dan prasarana, budidaya, maupun teknologi-teknologi pertanian, termasuk di dalamnya varietas unggul, pemupukan yang berimbang, mekanisasi pertanian, pengendalian hama juga sudah dilakukan,” ujarnya.

    Bahkan, imbuh Syahrul, IRRI dan Badan Pangan Dunia atau FAO juga memberikan pengakuan terhadap pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang cukup masif untuk sektor pertanian.

    Baca juga :  Kendalikan Inflasi, Puluhan Truk Angkut Kebutuhan Pangan Menuju 25 Titik

    “Ini adalah suatu kebanggaan bagi semua petani dan semua stakeholder pertanian, dengan Bapanas (Badan Pangan Nasional). Tentu saja ini menjadi sesuatu dorongan untuk kita kerja lebih sinergitas ke depan yang lebih kuat,” ujarnya.

    Pada kesempatan itu, Syahrul juga menekankan bahwa pihaknya juga terus meningkatkan kesiapan ketahanan pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan global.

    “Tahun depan harus kita persiapkan lebih kuat lagi karena tidak ada yang bisa memprediksi situasi dan kondisi baik alam maupun perkembangan geopolitik,” katanya.

    Sementara itu Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menilai bahwa keberhasilan Indonesia ini dapat dicapai karena tiga hal, yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, dan program diversifikasi serta pengembangan varietas unggulan.

    Baca juga :  Kendalikan Inflasi, Puluhan Truk Angkut Kebutuhan Pangan Menuju 25 Titik

    “Program-program seperti adanya pengembangan varietas unggul padi, saya kira Kementan varietasnya sangat banyak kali, perguruan tinggi, dan masyarakat juga ada. Ini adalah menjadi kekuatan besar bagi peningkatan kualitas produksi,” kata Arif.

    Ia mengungkapkan, produktivitas padi Indonesia saat ini menempati posisi kedua di Asia Tenggara.

    “Ini adalah satu hal yang sangat baik sekali. Kalau ini terus dipertahankan, terus didorong, saya kira kita harus optimistis bahwa kita bisa tidak saja mandiri pangan, akan tetapi juga bisa menjadi eksportir beras,” tukasnya.

    Dalam kesempatan sama, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan apresiasi atas dukungan FAO dan IRRI terhadap sektor pertanian di tanah air.

    “Terima kasih kepada FAO dan juga IRRI yang selalu mendukung pertanian Indonesia,” katanya. (wt)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan