Rabu, 28 September 2022
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPeringatan Buat Perokok dan Vape, Mulai Minggu Depan Sudah Diterapkan Denda KTR

    Peringatan Buat Perokok dan Vape, Mulai Minggu Depan Sudah Diterapkan Denda KTR

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –  Peringatakan buat perokok dan pemakai vape sembarangan di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Jika melanggar, langsung disanksi denda. Rencananya, mulai minggu depan, Pemkot Surabaya segera menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya No 2 Tahun 2019 tentang KTR.

    Dalam Perda tersebut, tidak hanya perokok tembakau biasa yang diatur. Tetapi, vape atau rokok elektrik termasuk dalam kategori yang diamanatkan Perda Kota Surabaya tentang KTR. Sebabnya, vape juga bersifat sama dengan rokok konvensional. Yaitu, sama halnya asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan.

    “Jadi (rokok dan vape) sama saja. Kan rokok itu karena asapnya (mengandung nikotin dan tar), termasuk juga vape. Sehingga ini juga sama, berarti dia ada tempat-tempat yang memang tidak boleh merokok maupun vape,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (12/8/2022).

    Baca juga :  H. Imam Utomo S Minta Makan Peserta TKR Diperhatikan

    Menyadari bahwa tak mudah untuk mengubah langsung kebiasaan pola hidup masyarakat. Namun, ia memastikan, bahwa Pemkot Surabaya akan terus intens menyosialisasikan Perda KTR kepada masyarakat.

    “Jadi nanti yang saya minta itu adalah sosialisasi kepada warga, dan warga juga harus ingatkan pada yang lain,” ujarnya.

    Sekarang ini, Perda KTR di Kota Surabaya telah berjalan. Eri mengungkapkan, beberapa titik lokasi di Kota Pahlawan telah disepakati sebagai KTR.

    “Kawasan Tanpa Rokok sudah jalan. Di beberapa titik sudah disepakati memang tidak boleh ada rokok, kayak di tempatnya mikrolet (angkutan umum) seperti itu,” ungkapnya.

    Penerapan KTR di Surabaya, disebutkannya dilakukan secara bertahap. Juga, terkait dengan penerapan sanksi bagi pelanggar Perda KTR.

    Baca juga :  Hasil Uji ITS, Paving Produksi MBR Surabaya Berkualitas Tinggi

    “Kalau melanggar bagaimana? Ada tahapan pelanggarannya. Pertama, peringatan. Kedua baru ada denda-denda yang dijalankan nanti,” tandasnya.

    Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menyatakan, bahwa besaran nominal denda KTR di Kota Pahlawan sudah ditetapkan. Meski begitu, pihaknya akan tetap mengedepankan langkah persuasif atau sosialisasi dahulu kepada masyarakat.

    “Dendanya sudah ditetapkan. Cuma ini kita memang sosialisasikan dulu. Jangan sampai (pelanggar Perda KTR) kaget, tiba-tiba kena denda gitu,” tuturnya.

    Menurut Eri, ketika sosialisasi Perda KTR sudah sesuai diharapkan, mulai Minggu depan sanksi bagi pelanggar perda tersebut diterapkan.

    “Nanti mungkin Insya Allah di awal minggu depan atau akhir bulan, kita pastikan denda itu bisa jalan, kalau umpamanya bisa bener disosialisasikan,” tegasnya. (wt)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan