Jumat, 12 Agustus 2022
26.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKemenkes Jadikan Kota Surabaya Lokasi Uji Coba Integrasi Layanan

    Kemenkes Jadikan Kota Surabaya Lokasi Uji Coba Integrasi Layanan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan Kota Surabaya sebagai lokasi uji coba integrasi layanan primer di Jatim. Didampingi Wali Kota Eri Cahyadi, Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, hadir di Surabaya dalam rangka memonitoring uji coba integrasi layanan tersebut, Senin (1/8/2022).

    Kegiatan monitoring uji coba layanan yang dilakukan Wamenkes Dante, berlangsung di Posyandu Kecamatan Jambangan, dan Puskesmas Kebonsari. Juga digelar dialog Integrasi Primer dengan para pejabat dan petugas Dinkes Jatim dan Kota Surabaya, Puskesmas, Camat, serta Lurah.

    Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya terus berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat di Kota Pahlawan. Serta, melakukan integrasi data, mulai tingkat kota hingga pemerintah pusat.

    “Mulai tingkat kota, provinsi, kementerian, hingga pusat, agar kebijakan pemerintah tepat sasaran. Insya Allah hari ini kita mendapat ilmu baru untuk saling bersinergi demi kepentingan seluruh masyarakat,” katanya.

    Baca juga :  Diikuti 131 Peserta, Pegadaian Kanwil XII Surabaya Sukses Gelar Khitanan Massal

    Untuk tindak lanjut program tersebut, ia menjelaskan, Pemkot Surabaya telah memiliki Puskesmas Pembantu atau Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) di setiap kelurahan di Kota Pahlawan. Ke depan, melalui pelayanan di tingkat Puskesmas akan diintegrasikan dengan pelayanan primer, yakni Posyandu Prima.

    “Contoh, ada Posyandu Lansia. Di sana ada pemeriksaan gula darah, maka tidak perlu ke Puskesmas. Sehingga, beban Puskesmas bisa lebih ringan,” jelasnya.

    Eri mengaku, bahwa ia telah berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya. Salah satunya melalui Puskesmas Pembantu, yakni akan membarui gedung tersebut. Sebab, pelayanan Posyandu Prima akan dilakukan di Puskesmas Pembantu.

    Sedangkan untuk tenaga kesehatan, para petugas kesehatan di tingkat Puskesmas Pembantu akan diterjunkan ke Posyandu Prima. Sebab, Puskesmas Pembantu akan diubah menjadi Posyandu Prima.

    “Puskesmas Pembantu akan diubah menjadi Posyandu Prima, sambil melihat jumlah tenaga kesehatan. Jadi pelayanannya semakin dekat untuk masyarakat. Uji coba ini juga sudah berlangsung di Posyandu Jambangan,” jelasnya.

    Baca juga :  Irvan: Kader Surabaya Hebat Bisa Mengusulkan Dandan Omah bagi MBR

    Sementara itu, Wamenkes Dante mengatakan, kunjungannya kali ini adalah untuk memastikan program-program layanan primer, yakni memastikan program tersebut diterapkan di tingkat daerah. Salah satunya adalah dengan Posyandu Prima.

    “Posyandu Prima ini adalah perwujudan dari koordinasi Posyandu-Posyandu yang ada. Jumlahnya 300 ribu di seluruh Indonesia, menjadi satu kelompok Posyandu-posyandu yang memiliki interaksi dengan masyarakat secara lebih dekat,” kata Dante.

    Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya, tingkat pelayanan kesehatan yang paling primer adalah Puskesmas. Namun, saat ini Kemenkes RI menginginkan Posyandu menjadi salah satu layanan kesehatan primer di setiap daerah.

    “Dengan koordinator Posyandu-Posyandu ini adalah Posyandu Prima. Ini yang saya tinjau, untuk dipastikan bisa berjalan di tingkat masyarakat,” jelasnya.

    Karenanya, Kota Surabaya menjadi salah satu lokasi Uji Coba Integrasi Layanan Primer. Dante mengaku, akan melakukan desain ulang terhadap penerapan program tersebut, sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. Sebab, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

    Baca juga :  KPU Surabaya dan PWI Jatim Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Demokrasi

    “Untuk wilayah di Jawa Timur ini, dukungan dari Wali Kota Eri dan Gubernur Khofifah sudah cukup untuk mendirikan Posyandu Prima ini sebagai salah satu elemen kesehatan masyarakat primer,” terangnya.

    Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, menyiapkan sarana dan prasarana, hingga SDM yang diperlukan. Sebab, untuk setiap Posyandu Prima, minimal harus ada staf pendaftaran, dokter, perawat, dan bidan.

    “Insya Allah apa yang diharapkan Wamenkes dan Wali Kota dapat segera kita realisasikan di Kota Surabaya,” inbuhnya.

    Meski demikian, Nanik mengaku bahwa Kota Surabaya telah memiliki Puskesmas Pembantu atau Poskeskel. Hanya saja, terdapat tambahan konsep pelayanan dari Kemenkes RI, yakni pelayanan kesehatan yang langsung melibatkan masyarakat.

    Karena konsep Posyandu adalah pemberdayaan masyarakat, lanjutnya, maka para Kader Surabaya Hebat (KSH) juga akan terlibat dalam Posyandu Prima tersebut. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan