Jumat, 12 Agustus 2022
26.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPerankan Bung Karno, Eri Gugup dan Kesulitan Tiru Intonasi Sang Proklamator

    Perankan Bung Karno, Eri Gugup dan Kesulitan Tiru Intonasi Sang Proklamator

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Memerankan sosok Bung Karno dalam film bergenre dokumenter drama, membuat Wali Kota Eri Cahyadi gugup dan merinding. Bahkan, sebelum shooting, Eri kesulitan menirukan intonasi suara sang Proklamator hingga harus mendengar dan mengulang-ulangnya selama 15 menit.

    Mengenakan busana jas dan setelan celana kain warna putih dengan peci hitam, Eri tampak siap menjalani shooting di rumah Lodji Besar Jalan Makam Peneleh No.46, Kecamatan Genteng, Sabtu (30/7/2022) siang. Di sana sudah menunggu kru dari TVRI dan Komunitas Begandring Soerabaia.

    Awalnya Eri tampak santai dan percaya diri memerankan tokoh sang proklamator kemerdekaan RI Ir. Soekarno. Namun, ketika proses shooting berlangsung, terlihat gestur tubuhnya dialnda kegugupan.

    Dan itu diakui oleh Eri. “Memerankan sosok Presiden Sukarno ini ndredeg (gugup) merinding. Karena Bung Karno ini seorang pejuang yang memiliki kharisma yang sangat luar biasa,” katanya.

    Baca juga :  Momen HUT ke-77 RI, Pemkot Surabaya akan Resmikan Destinasi Wisata Kya-Kya

    Selain memiliki kharisma yang luar biasa, lanjutnya, yang membuat ia gugup yakni semangat Bung Karno kala mengobarkan semangat untuk mengumpulkan para pejuang merebut kemerdekaan RI.

    Meski gugup, Eri mengaku tak butuh waktu lama untuk menghafal naskah film dan gestur tubuh BungKarno. “Tadi sempat kesulitan menirukan intonasi Presiden Sukarno, setelah diulang 15 menit mendengarkan suara beliau, akhirnya baru bisa lancar,” akunya.

    Usai proses shooting, Eri sempat mengobrol dengan para kru film dan Komunitas Begandring Soerabaia. Berdiskusi membahas sejarah Sukarno dan potensi wisata di kawasan Peneleh.

    Untuk itu, dengan adanya pembuatan film bergenre dokumenter drama ini, ia berharap bisa dijadikan sarana informasi sejarah, bahwa asal usul Sukarno itu dari Kota Surabaya. Diketahui, pada 6 Juni 1901 saat itu Bung Karno lahir di Jalan Pandean IV No. 40 Surabaya.

    Baca juga :  Semarak Pesta Rakyat dan Lomba Perahu Layar di THP Kenjeran

    “Beliau meniti ilmu di rumah H.O.S Tjokroaminoto, bahkan ia juga sempat mempersunting putrinya Pak H.O.S Tjokroaminoto dan itu ada di Surabaya. Ketika film ini nanti ditampilkan, masyarakat akan tahu, bahwa semangat perjuangan kita, darah kita, adalah darah pejuang,” imbuhnya.

    Eri juga menyampaikan pesan kepada warga dan Arek – Arek Suroboyo untuk tidak lupa dan meneladani semangat para tokoh perjuangan, agar ke depannya bisa merdeka dari kemiskinan, kebodohan serta pengangguran dan sebagainya.

    Sementara itu, sutradara film dokumenter drama dari TVRI, Andre Arisotya menilai, Cak Eri Cahyadi sangat pas memerankan sosok Bung Karno. Bahkan, ketika proses shooting, ia menilai kalau orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya itu mudah menghafal naskah film dan tidak butuh waktu lama untuk mengambil gambar.

    “Sebagai sutradara saya nggak kesulitan medirect beliau (Eri Cahyadi), bahkan tadi ada beberapa gerakan spontan yang dilakukan beliau,” katanya, Minggu (31/7/2022).

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Bagikan Bendera Merah Putih secara Gratis

    Andre mengaku, saat proses pengambilan gambar film, Eri menampilkan gerakan dengan baik sehingga ada beberapa bagian adegan yang mirip dengan sosok Bung Karno. “Sekilas mirip waktu berpidato, ketegasan, pelafalan dan intonasinya, saya rasa mendekati sosok Bung Karno,” ujarnya.

    Film bergenre dokumenter drama ini, menceritakan sosok Sukarno dari lahir hingga dewasa saat di Surabaya. Bahkan, dalam film ini juga menceritakan saat Bung Karno mengenyam pendidikan di Hoogere Burger School (HBS) Surabaya dan pertama kali mengenal istrinya, Utari putri dari H.O.S Tjokroaminoto.

    “Nanti ada adegan romantis juga di jembatan Peneleh, antara Bung Karno muda dengan Ibu Utari remaja yang diperankan oleh cucu Ruslan Abdulgani,” tandasnya.

    Pengambilan gambar dilakukan di kawasan Peneleh yang tak jauh dari rumah kelahiran Bung Karno. Rencananya film ini akan ditayangkan di TVRI secara nasional pada 13 Agustus 2022 mendatang. (*)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan