Jumat, 12 Agustus 2022
27.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaIni Filosofi dan Harapan Rumah Padat Karya Gagasan Eri Cahyadi

    Ini Filosofi dan Harapan Rumah Padat Karya Gagasan Eri Cahyadi

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Program rumah padat karya yang digagas Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memiliki filosofi dan harapan besar yang terkandung di dalamnya. Yakni, bagaimana masyarakat Kota Surabaya bisa mendapatkan pekerjaan dan memiliki penghasilan dengan cara gotong-royong.

    “Mimpi besar saya di program padat karya adalah semua masyarakat mendapatkan dan memiliki pekerjaan dengan bahu membahu berjibaku bersama pemerintah kota, dengan berjalan secara gotong-royong memanfaatkan kebersamaan,” kata Eri Cahyadi, Jumat (15/7/2022).

    Menurutnya, berbagai bentuk program rumah padat karya yang telah dibangun Pemerintah Kota Surabaya, adalah untuk mengajak masyarakat berjuang bersama dan bekerja dengan hati. Dimana melalui rumah padat karya tersebut, ada sinergi yang dibangun antara pemerintah kota dengan masyarakat, pihak swasta, hingga semua investasi yang masuk di Kota Pahlawan.

    Baca juga :  Buruan Daftar! Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Pekerja Profesional

    “Dan kita bisa melihat, sudah ada sekarang gotong-royong yang ada di rumah padat karya. Jadi, mimpi besar kita adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia ketika kita bekerja dengan hati, dengan mengedepankan dan mengutamakan jiwa gotong-royong masyarakat Surabaya,” jelasnya.

    Untuk itu, melalui program padat karya tersebut, Eri Cahyadi berharap seluruh warga Surabaya bisa bahagia. Namun, sebuah kebahagiaan dikatakannya tak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja.

    “Tapi (kebahagiaan) dari semua sisi bisa dilihat. Nah, yang saya inginkan adalah seluruh warga Surabaya bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp 4 juta atau yang saya inginkan adalah Rp 7 juta,” tuturnya.

    Hanya, Eri mengakui tak mudah ketika harus bekerja sendiri untuk mencapai kebahagiaan tersebut. Namun hal tersebut akan menjadi mudah apabila dikerjakan secara gotong-royong bersama masyarakat.

    Baca juga :  Peringatan Buat Perokok dan Vape, Mulai Minggu Depan Sudah Diterapkan Denda KTR

    “Ini akan menjadi mudah kalau kita bisa bekerja dan membangunnya dengan gotong-royong, dengan menggunakan sistem padat karya tadi, ekonomi kerakyatan,” katanya.

    Eri menuturkan, tidak ada yang paling hebat di Kota Surabaya. Karena baginya, semua akan menjadi satu kesatuan yang hebat ketika mau bergotong-royong dan mengakui satu sama lain memiliki kelebihan dan kekurangan.

    “Yang lebih, menutup yang kurang, yang kurang menghormati yang lebih. Sehingga akan menjadi satu kesatuan, saling menghargai, saling menghormati, dengan tagline Surabaya bekerja dengan hati,” ujarnya.

    Hidup, kata Eri, bukan hanya bertujuan untuk mengejar kekayaan, tapi juga harus bahagia. Namun demikian, untuk mencapai sebuah kebahagian tentu harus ada pendapatan. Karena itulah, melalui rumah padat karya, asa gotong-royong kebersamaan untuk menghasilkan pendapatan untuk menuju kebahagiaan. **

    Reporter : wetly

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan