Jumat, 12 Agustus 2022
27.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaRumah Pakar Viaduct Nias Mulai Digemari Pengunjung

    Rumah Pakar Viaduct Nias Mulai Digemari Pengunjung

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Rumah Padat Karya (Pakar) di viaduct Jalan Nias, Kecamatan Gubeng, ternyata cukup diminati warga Surabaya. Meski belum berjalan maksimal, namun tempat ini sudah mampu mempekerjakan 23 MBR dan penghasilannya mencapai Rp88 juta dalam sebulan.

    Menurut Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo, sejak diresmikan 28 Mei 2022 lalu, Rumah Pakar ini telah mampu menyedot perhatian warga kota. Sebab, selain lokasi yang strategis, desain interiornya juga kekinian.

    “Banyak digemari pengunjung, karena suasananya seperti di rumah sendiri, cocok lah untuk ngopi. Sebab, selain kekinian, juga instagramable dan sangat pas untuk tempat meeting bersama teman kantor,” ujar Eko, Kamis (14/7/2022).

    Di Rumah Pakar viaduct Gubeng, selain coffee shop, juga ada barbershop (cukur rambut) hingga cuci motor dan mobil. Namun, dari tiga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu, yang paling banyak diminati masyarakat adalah coffee shop, sedangkan barbershop dan cuci kendaraan, menurut Eko masih kurang diminati dan belum maksimal.

    Baca juga :  Momen HUT ke-77 RI, Pemkot Surabaya akan Resmikan Destinasi Wisata Kya-Kya

    Alasan kurang maksimalnya dua usaha tersebut, karena warga MBR yang bekerja di Rumah Pakar itu masih butuh pelatihan lebih. Selain itu, tempat untuk cuci motor dan mobil belum maksimal karena tempat yang kurang memadai.

    “Sementara ini hanya menjalankan coffee shop, karena yang potong rambut itu ternyata tidak sesuai passionnya. Sedangkan cuci mobil dan motor, tempatnya belum memadai, rencananya di tahun 2023 kita siapkan di Kantor Kelurahan Baratajaya,” katanya.

    Meskipun yang berjalan hanya coffee shop, Rumah Pakar di Viaduct Gubeng cukup memuaskan, yakni meraup omzet hingga Rp 88 juta per bulan. Omzet itu nantinya digunakan untuk gaji, biaya operasional dan masih banyak lainnya. “Ada 23 MBR yang bekerja, masing – masing mendapat gaji antara Rp 1,5 – Rp 2 juta per bulan,” sambungnya.

    Baca juga :  Peringatan Buat Perokok dan Vape, Mulai Minggu Depan Sudah Diterapkan Denda KTR

    Agar pendapat meningkat, ia bersama jajarannya juga mempromosikan Rumah Pakar viaduct Gubeng melalui sosial media (sosmed). Selain itu, juga menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk meningkatkan skil MBR yang bekerja di tempat tersebut.

    “Tentunya kita terus melakukan evaluasi. Jadi tidak hanya coffee shop saja, kami juga menghadirkan pelatih dari bidang lain untuk meningkatkan pendapatan sesuai dengan permintaan Pak Wali pendapatan MBR bisa sampai Rp4 juta perbulan,” ujarnya. **

    Reporter : wetly

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan