Rabu, 30 November 2022
24 C
Surabaya
More
    EkbisBuka Misi Dagang Jatim-Sultra,Transaksi Capai  Rp 110,4 Miliar

    Buka Misi Dagang Jatim-Sultra,Transaksi Capai  Rp 110,4 Miliar

    KENDARI (Wartatransparansi.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan jejaring konektivitas antar provinsi di Indonesia melalui Misi Dagang dan Investasi. Kali ini, kerjasama dilakukandengan Provinsi Sulawesi Tenggara.

    Dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dengan memukul alat musik gendang tabuh khas Sultra, kegiatan akbar tersebut dihelat di Claro Hotel, Kota Kendari, Rabu (23/6).

    Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Walikota Kendari Sulkarnain Kadir, serta Kepala Dinas Perindustiran dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan selaku panitia Misi Dagang.

    Dimulainya kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tentang Pembangunan Daerah oleh Emil dan Ali Mazi.

    Melalui kerjasama ini, komoditi yang akan diperdagangkan oleh kedua provinsi antara lain beras, jagung, bawang merah, kopi, kopra, rumput laut, sagu, dan berbagai komoditi potensial dari masing-masing daerah.

    Terkait Misi Dagang ini, Emil mengungkapkan bahwa yang sedang diupayakan bukan hanya sekedar transaksi ekonomi belaka, namun juga jalinan persahabatan. Pasalnya, baik Jatim maupun Sultra sangat dekat dan memiliki potensi hebat di masing-masing daerah.

    Emil mengatakan, kerjasama antara Jatim dan Sultra sebenarnya telah banyak dilakukan. Hanya saja, Misi Dagang menjadi wadah untuk memperluas jaringan dan menjangkau sektor usaha yang sebelumnya tidak tersentuh.

    Hingga berita ini dibuat tercatat terjadi transaksi dengan Rp 110,4 miliar. Angka itu diperkirakan akan terus naik mengingat animo yang tinggi baik dari pihak Jatim maupun Sultra. Hal ini terbukti dengan jumlah peserta yang mengikuti mencapai  200 orang yang terdiri dari 50 pelaku usaha Jatim, berbagai OPD dan BUMD di Jatim, dan sekitar 109 pelaku usaha Sultra.

    “Ini insya Allah akan terus bertambah. Karena pada tahun lalu saja transaksi kita bisa mencapai Rp 500 miliar. Jawa Timur ini menyumbang seperenam transaksi menjual maupun membeli di Sulawesi Tenggara. Kita mitra terbesarnya. Dalam hari ini saja, kita sudah mencapai 20% dari angka 500 miliar itu. Bayangkan ini nanti masih akan terus berjalan,” terangnya. (guh)

     

    Reporter : Teguh Safrianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan