Selasa, 29 November 2022
25.9 C
Surabaya
More
    OlahragaKhofifah: Porprov Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah
    Porprov Jatim VII Tahun 2022 dimulai

    Khofifah: Porprov Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah

    JEMBER (Wartatransparansi.com) – Semarak Gebyar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII Tahun 2022 dimulai dengan meriah melalui ajang Super Road Bike 2022, Sabtu (18/6).

    Mengambil start dari Alun Alun Kabupaten Jember, sebanyak ratusan bikers diberangkatkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Ketua KONI Jatim M Nabil dan juga Bupati Jember Hendy Siswanto.

    Melalui gelaran Super Road Bike kali ini para bikers ditantang untuk menempuh jarak 68 kilometer start dari alun – alun Jember dengan finish di alun – alun Kabupaten Lumajang.

    Tak tanggung-tanggung, ajang ini memperebutkan trophy Gubernur Jatim dan trophy Kapolda Jatim dengan total hadiah sebesar Rp 65 juta untuk beberapa kelas.

    Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan bahwa ajang ini menjadi pemantik meriahnya Porprov Jatim VII yang akan dimulai pada tanggal 25 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang.

    Pihaknya menegaskan mulanya Porprov Jatim adalah gelaran yang diadakan empat tahun sekali. Namun dengan semangat ingin memaksimalkan pembibitan atlet, maka oleh Gubernur Khofifah, penyelenggaraan Porprov diperapat menjadi ajang dua tahunan.

    “Saya optimistis bahwa Porprov akan menjadi ajang pembibitan atlet Jatim yang hebat. Itulah mengapa kita buat Porprov yang awalnya empat tahun sekali, kini jadi dua tahun sekali. Karena kita ingin pembibitan atlet bisa kita lakukan lebih awal,” tandas Gubernur Khofifah.

    Baca juga :  Porwanas XIII, Cabor Biliar Jatim Pertahankan Tradisi Juara Umum

    Dengan pembibitan atlet yang lebih awal, maka harapannya ke depan akan terus muncul prestasi-prestasi membanggakan dari atlet Jatim baik di kancah nasional hingga internasional.

    Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah pun menegaskan, Porprov juga harus menjadi ajang pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Terutama bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Dimana tahun ini Porprov digelar di empat kabupaten yaitu Jember, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso.

    “Sehingga yang kita harapkan Porprov menjadi ajang pembibitan atlet sekaligus pengungkit ekonomi daerah. Di empat kabupaten tuan rumah, nanti tamunya sangat banyak. Di Jember, nanti ada 18 cabor yang dipertandingkan, ada sekitar 15.000 tamu yang akan datang dari luar Jember,” jelas Khofifah.

    Ini tentunya akan menjadi momen emas bagi para pelaku UKM di Kabupaten Jember untuk memasarkan produk-produknya. Yang diyakini Gubernur Khofifah akan menjadi pendongkrak ekonomi para pelaku UKM.

    “Terselenggaranya Porprov harus berseiring dengan pertumbuhan ekonomi di daerah dimana usaha mikro kecil dan menengah akan menjadi basis dari pendongkrak pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah. Salah satunya Jember,” ungkapnya.

    Di kesempatan ini, Gubernur Khofifah menyapa para peserta Super Road Bike. Bahkan, Gubernur Jatim bersapa dengan peserta yang diketahui usianya sudah 77 tahun bernama Suyanto.

    “Pak Yanto, apa mau ikut sampai finish? Luar biasa sekali, 68 kilometer lho,” puji Khofifah. “Semangat dan sehat selalu Pak Yanto,” sahut Khofifah.

    Baca juga :  Lanjutan Liga 1 Dimulai 2 Desember di Jateng

    “Betul bu, sudah biasa untuk jarak segitu,” ungkap Pak Yanto.

    Di sisi lain, Bupati Jember Hendy Siswanto pun optimistis bahwa Porprov VII dapat menunjang olahraga, pariwisata, dan perekonomian. Terutama, di masa Covid-19 yang telah melandai.

    “Dari pekan olahraga yang awalnya diadakan 4 tahun sekali, hari ini kita berikhtiar bisa 2 tahun sekali diadakan. Karena ini kesempatan agar talenta para atlet Jawa Timur dapat dimonitor berbagai prestasinya, dari berbagai cabor,” katanya.

    “Juga Porprov ini dapat membangkitkan kembali perekonomian Jember terutama di masa pandemi yang telah melandai. Dalam kolaborasi ini, olahraga dapat, hiburan dapat, ekonomi dapat,” pungkasnya.

    *Sambangi Outlet Dekranasda, Gubernur Khofifah Temukan Produk Apik Berskala Ekspor yang Diusulkan untuk Desa Devisa*

    Tak hanya memberangkatkan peserta Super Road Bike 2022, di kesempatan kali ini Gubernur Khofifah bersama jajaran forkopimda Jember juga turut gowes bersama mengelilingi Kabupaten Jember.

    Para rombongan tersebut juga turut meninjau Outlet Dekranasda di Jalan Gajah Mada. Di sana, mantan Mensos RI itu melihat berbagai kerajinan yang dipamerkan, seperti tas kulit, Batik, eco-print, dan lukisan.

    Salah satu produk yang menarik perhatian Gubernur Khofifah adalah produk kerajinan bercorak Australia yang merupakan hasil karya salah satu desa di Kabupaten Jember.

    Baca juga :  Tiga Tim Pastikan Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

    Benar saja, rupanya kerajinan kayu berupa bumerang dan piring kayu tersebut merupakan produk ekspor. Gubernur Khofifah mencermati produk tersebut dan mengaku kagum. Bahkan menurutnya produk tersebut bisa kian dikembangkan dengan menjadikan desa produsennya sebagai desa devisa.

    “Saya _surprised_ karena ada produk yang sudah ada _brand_ -nya. Jadi ada Kanguru dan di situ ada tulisan Australia. Artinya bahwa produk ini memang sudah diekspor ke Australia. Saya berharap bahwa Desa penghasil produk ini bisa disiapkan menjadi Desa Devisa,” lanjut Khofifah.

    Pasalnya, kuota Desa Devisa Jatim dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) ada sebanyak 15 desa. Saat ini, Pemprov Jatim sedang mengupayakan agar kuota tersebut ditambah.

    Untuk itu, kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah meminta agar ada direncanakan untuk agenda peninjauan ke desa penghasil produk bumerang tersebut sehingga bisa diajukan menjadi Desa Devisa.

    “Saya minta pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk melakukan _assessment_. Biasanya dalam waktu yang tidak terlalu lama saya akan menengok desa itu beserta kerajinannya,” ujar Khofifah.

    Pada Oktober 2021, baru 3 desa yang disetujui LPEI dan sudah mendapatkan penguatan sebagai desa devisa. Ketiga Desa tersebut berada di Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

    Khofifah menjelaskan, kriteria LPEI untuk desa devisa yakni, desa itu memiliki produk hasil ciptaan sendiri. Punya keunikan dan punya pasar ekspor. Selain itu, dilakukan oleh banyak orang di satu desa dan disertai kelembagaan kelompok yang mendukung. (sr)

    Reporter : Samuel Ruung

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan