Sabtu, 13 Agustus 2022
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanSepelakan Warga Desa Karangrejo, PT. ATI Dilurug Ratusan Warga

    Sepelakan Warga Desa Karangrejo, PT. ATI Dilurug Ratusan Warga

    PASURUAN (WartaTransparansi.com) – Lantaran dinilai tidak mengakomodir dan menyepelekan warga setempat, salah satu pabrik  pengelolahan ikan tuna di Kecamatan Gempol yakni PT.Aneka Tuna Indonesia (ATI) dilurug ratusan warga Desa Karangrejo,Kecamatan Gempol, Rabu pagi(18/5/22).

    Ratusan warga Desa Karangrejo,Kecamatan Gempol yang tergabung pada Forum Persatuan Warga Desa Karangrejo (FPWDK), pada Rabu pagi (18/5/22) mendatangi pabrik milik warga negara Jepang (PT.ATI). Kedatangan ratusan warga tersebut meminta empat tuntutan pada pihak management PT.ATI agar tidak semena-mena atau menyepelekan warga setempat.

    “kami ini putra daerah yang seharusnya mendapat prioritas pekerjaan. Namun pada kenyataanya, kami dipecat dari pabrik dengan alasan bermacam-macam. Akan tetapi, kemudian pihak pabrik memasukan orang dari luar kota atau luar daerah mengisi pekerjaan yang kami tinggalkan,”Narti salah satu pendemo.

    Hal senada disampaikan oleh Korlap aksi Ari Kurniawan,” pabrik ini berdiri dan membuang limbahnya ke desa kami, tapi sejak management PT.ATI menunjuk Heru Priyo Utomo dan Choirunisa menjadi HRD. Banyak kebijakannya yang sangat tidak relevan dan menyepelekan keberadaan warga Desa Karangrejo. Padahal saat sebelumnya atau sebelum kehadiran Heru Cs, hubungan antara pihak desa dan management tidak ada kendala apapun,”tegasnya.

    Dilanjutkan, kehadiran kami warga Desa Karangrejo meminta empat tuntutan yakni kembali mempekerjakan warga Desa Karangrejo yang telah dirumahkan, meminta pihak management memecat Heru Cs yang telah membuat gaduh dan tidak kondusif suasana, mengeluarkan outsorcing dari PT.ATI dan mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap.

    Dari empat tuntutan kami tersebut, harus direalisasikan oleh pihak management. Jika pihak PT.ATI dalam kurun waktu 30hari tidak memberikan keputusan, maka kami akan kembali menggelar demo yang lebih besar dan meminta limbah PT.ATI tidak dibuang atau dialirkan di sungai yang ada di desa kami,”beber Ari Kurniawan dihadapan awak media.

    Dari pantuan WartaTransparansi.com, demo ratusan warga Desa Karangrejo yang dikawal ketat aparatur keamanan berjalan kondusif. Pihak Muspika Kecamatan Gempol sendiri menjadi mediator pertemuan perwakilan warga dengan pihak management PT.ATI .(hen)

    Reporter : Henry Sulfianto

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan