Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    EkbisPeriode Mei 2022: Harga Referensi CPO Turun, Biji Kakao Naik

    Periode Mei 2022: Harga Referensi CPO Turun, Biji Kakao Naik

    JAKARTA (Wartatransparansi.com) – Harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Mei 2022  adalah  USD1.657,39/MT.

    Harga referensi tersebut menurun sebesar  USD  130,11  atau  7,28  persen  dari  periode  April  2022,  yaitu  sebesar  USD  1.787,50/MT.

    Penetapan initercantum dalam Peraturan MenteriPerdaganganNomor  21 Tahun2022 tentang Penetapan  Harga  Patokan  Ekspor  (HPE)  atas  Produk  Pertanian  dan  Kehutanan  yang Dikenakan Bea Keluar.

    “Saat  ini  harga referensi CPO telah  jauh  melampaui threshold USD750/MT. Untukitu,Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 200/MT untuk periode Mei 2022,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono.

    BKCPO untuk Mei  2022  merujuk pada Kolom  12 Lampiran  I  Huruf C, Peraturan  Menteri KeuanganNo.  1/PMK.010/2022  sebesar  USD  200/MT.  Nilai  tersebut  tidak  berubah  dari  BK  CPO untuk periode April 2022.

    Baca juga :  Pemerintah Tekankan Masyarakat Belanja Produk Lokal

    Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Mei 2022 sebesar USD 2.596,18/MT meningkat 0,12  persenatauUSD3,17  daribulansebelumnya,  yaitu  sebesar  USD  2.593,01/MT.

    Hal  ini berdampak  pada  peningkatan  HPE  biji  kakao  pada  Mei  2022  menjadi  USD  2.307/MT,  meningkat 0,15 persen atau USD 3,36 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.303/MT.Penurunan   harga   referensi   CPO   dipengaruhi   oleh   pencabutan   kebijakan Domestic   Market Obligationdan Domestic  Price  Obligation yang  dilakukan  oleh  Pemerintah  Indonesia.

    Namun, penurunan  tersebut  tidak  signifikan  karena  masih  dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor  geopolitik, diantaranya  invasi  Rusia  terhadap  Ukraina  yang  masih  berlangsung  serta penguncian  wilayah (lockdown) di Shanghai, Tiongkok yang memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi dunia.

    Mengutip dari laman Kementerian Perdagangan, Sabtu (6/5/2022) disebutkan bahwa , peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara  tren  harga  kakao  menurun  yang  disebabkan  karena  melimpahnya pasokan dari  negara produsen,   yaitu   Pantai   Gading   dan   Nigeria. Namun, karena   ada   perbedaan   waktu dalam pengambilan  data  maka  harga  referensi  kakao  meningkat  0,12  persen  dari  bulan  sebelumnya.

    Baca juga :  Pemprov Jatim Perluas Kerjasama Ekonomi Antar Daerah

    Peningkatan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5 persen. Hal tersebut tercantum pada Kolom 2 Lampiran I Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 1/PMK.010/2022. (din)

    Reporter : Syarifuddin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan