Jumat, 14 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaEri Bilang, Jangan Sampai Ada Guru di Kota Surabaya Susah

    Eri Bilang, Jangan Sampai Ada Guru di Kota Surabaya Susah

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi bilang, jangan sampai ada guru dan tenaga pendidik bahkan pelajr di Kota Surabaya alami kesusahan. Untuk itu, ia  meminta kepada PGRI untuk membahagiakan guru.

    Hal itu disampaikan Eri di sela-sela penyaluran sejumlah bantuan kepada 118 guru dan tenaga pendidik di Kantor PGRI Kota Surabaya, Selasa (25/4/2022).

    Dalam kegiatan itu, Eri mengapresiasi langkah PGRI Kota Surabaya, karena telah membantu para guru dan tenaga pendidik yang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar di lingkungan sekolah. Menurutnya, perhatian yang diberikan adalah salah satu bentuk sumbangsih untuk membangun Kota Surabaya.

    “Saya matur nuwun kepada PGRI yang menjadi bagian Pemkot Surabaya. Tolong bahagiakan seluruh guru di Kota Surabaya. Njenengan (anda) bisa berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan terus cari para guru yang memang betul membutuhkan bantuan,” kata Eri.

    Ke depan, ia juga meminta PGRI Surabaya dan seluruh kepala sekolah untuk bisa berkolaborasi dengan jajaran pemkot, dengan melakukan pendataan kepada para guru, tenaga pendidik, hingga pelajar yang membutuhkan bantuan. Ia tak menginginkan para pahlawan tanpa tanda jasa dan pelajar Kota Surabaya masih mengalami kesusahan.

    Baca juga :  Penjual dan Pembeli Gas Melon di Surabaya dalam Pengawasan Pemkot

    “Tolong nanti di cek lagi, siapa saja yang membutuhkan bantuan, mulai guru sampai murid. Nanti sampaikan kepada PGRI Kota Surabaya untuk disampaikan kepada Pemkot Surabaya, karena kita harus ciptakan para pemimpin yang memiliki akhlakul karimah. Itu adalah tugas saya dan para guru,” tegasnya.

    Menurutnya, hal ini tidak hanya untuk sekolah-sekolah yang di bawah kewenangan Pemkot Surabaya, yakni TK, SD, dan SMP saja. Tetapi, juga SMA/SMK yang memiliki guru, tenaga pendidikan, dan pelajar warga Kota Surabaya.

    “Arek Suroboyo di zaman saya menjadi Wali Kota, jangan sampai ada anak yang tidak bisa membayar sekolah. Jangan sampai ada anak Surabaya ketika masuk ke sekolah, dia merasa malu karena tidak mampu,” tandasnya.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Lelang 887 Unit Kendaraan Operasional

    Pada kegiatan tersebut, Eri secara simbolis menyerahkan bantuan untuk guru dan tenaga pendidik. Di antaranya, kaki palsu untuk guru SMP Negeri 12, Farid Ma’ruf dan guru SDN Kupang Krajan, Sunar. Pemberian kursi roda untuk Wardatul, pengidap Cerebral Palsy, serta pemberian sepeda kepada Gatot Siswanto yang berprofesi sebagai petugas kebersihan SDN Menur Pumpungan.

    Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, bahwa penyaluran bantuan dari Pemkot Surabaya dan PGRI Kota Surabaya dari hasil Konser Amal tahun 2021 lalu, sempat mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan pendataan dan hasil pendataan yang dilakukan, salah satunya adalah pemesanan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.

    “Contoh penerima kaki palsu yang kita salurkan hari ini, harus dipesankan dari Jakarta dan membutuhkan waktu cukup lama. Kemudian, pendataan dan kunjungan kepada rumah calon penerima, harus kita pastikan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Yusuf.

    Baca juga :  Gaungkan Slogan SMS, Dokter Agung Apresiasi Kesuksesan Tour de Panderman 2024

    Melalui bantuan ini, ia berharap para guru dan tenaga pendidik bisa mempermudah aktivitas keseharian mereka dalam proses belajar mengajar. Sebab, pihaknya juga terus berupaya untuk memberikan perhatian serta meringankan beban para komponen di lingkungan pendidikan.

    “Kami akan saling bersinergi dengan Perangkat Daerah (PD) dan seluruh stakeholder yang ada di Kota Surabaya. Semoga secara perlahan bisa meringankan beban dari para guru dan tenaga pendidik,” ujarnya.

    Sedangkan Kepala PGRI Kota Surabaya Agnes Warsiati menjelaskan, pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak dua tahun lalu, membuat para guru dan tenaga pendidik mengalami banyak kesulitan. Untuk itu, ia bersama jajarannya dan kepala sekolah terus melakukan pendataan.

    “Hasilnya ada 118 guru dan tenaga pendidik prioritas, yang bisa kita berikan bantuan. Mulai dari bantuan uang tunai mulai Rp 1,5 juta dan bantuan alat bantu beraktivitas dalam proses belajar mengajar, salah satunya adalah kaki palsu,” jelas Agnes. **

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan