Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanMenakar Bupati Pasuruan Part 2 "Kader NU, Masih Menjadi Tumpuhan Pengganti Irsyad...

    Menakar Bupati Pasuruan Part 2 “Kader NU, Masih Menjadi Tumpuhan Pengganti Irsyad Yusuf”

    PASURUAN (WartaTransparansi.com) – Rontoknya Koalisi Parlemen Raci (Si Peci) yang berisikan fraksi PDIP,  Gerindra, Nasdem,PPP dan fraksi gabungan.Setidaknya berimbas pada peta perpolitikan dalam perburuan kursi N1-N2 pada 2024 mendatang berubah dratis.

    Bagaimana tidak, pada awal dibentuknya AKD lalu, PKB yang nota benenya menjadi partai penguasa parlemen di Kabupaten Pasuruan dengan torehan 15. Harus rela hanya menempatkan sosok H.Sudiono Fauzan sebagai Ketua DPRD, sementara itu posisi PKB pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya diisi oleh PDIP,Gerindra, Nasdem,PPP dan fraksi Gabungan. Namun di tiga tahun kemudian atau tepatnya akhir 2021, formasi AKD yang dikuasai “Si Peci” rontok.

    Sejumlah jabatan strategis AKD mulai diisi oleh kader PKB &Golkar. Dengan berakhirnya “Si Peci” berimbas pula pada pergerakan menuju N1-N2.

    Baca juga :  Bupati Irsyad Yusuf Irup Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 77

    Seperti yang di tulis WartaTransparansi.com seblumnya “Menakar Calon Bupati Pasuruan 2024-2029. Posisi N1-N2 yang diprediksikan nama selain empat figur yang mengerucut akan mundur teratur. Seperti Lulis Irsyad Yusuf diprediksi tidak akan ngotot menjadi calon N2 berpasangan dengan Gus Mujib, karena jelas akan bunuh diri dalam kekalahan bila melawan pasangan dr. Mufti-Rusdi Sutejo atau dr. Mufti-KH. Sobri, karena basis suara Lulis sama persis dengan Gus Mujib.

    Menakar Bupati Pasuruan Part 2 "Kader NU, Masih Menjadi Tumpuhan Pengganti Irsyad Yusuf"

    Sementara Mas Dion sapaan akrab Ketua DPRD Kab.Pasuruan 2 periode ini, meskipun popularitas dan elektabilitasnya tinggi tidak akan memaksakan bertarung di internal PKB dengan KH. Mujib Imron untuk memperebutkan tiket rekomendasi DPP PKB, karena jabatan Gus Mujib di DPC PKB sebagai Ketua Dewan Syuro, sementara Sudiono Fauzan adalah Sekretaris DPC PKB, apalagi Mas Dion melekat sebagai santri NU tulen, tidak akan berani membangkang fatwa atau petunjuk para  Kyai.

    Baca juga :  Bupati Irsyad Yusuf Irup Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 77

    Bagaimana bila di duetkan paket calon PKB, KH. Mujib Imron dengan HM. Sudiono Fauzan, bukankan itu paket ideal, Kyai-Santri, Senior-Millenial, Timur-Barat. Paket tersebut akan sulit terwujud, karena sudah rahasia umum Mas Dion targetnya Pasuruan satu. Tidak mau menjadi calon wakil Bupati.

    Sementara Andri Wahyudi, walaupun dia ketua partai sekaligus tokoh muda Pasuruan Barat akan mundur pelan pelan, karena ada tokoh yang lebih kuat dari internal PDIP, yaitu dokter Mufti yang menurut informasi yang berkembang akan di duetkan dengan sosok muda potensial yaitu Rusdi Sutejo politisi asal partai besutan Menhan Prabowo Subianto.

    Sementara itu Udik Januantoro, Muzzammil Syafi’i dan Joko Cahyono diprediksi tidak akan maju atau berpikir 3x di Pilkada 2024, karena sudah pernah dua kali bertarung di Pilkada Kabupaten Pasuruan beberapa tahun sebelumnya, dengan hasil yang jauh dari harapan.

    Baca juga :  Bupati Irsyad Yusuf Irup Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 77

    Pun demikian pula dengan sosok profesional muda dari luar partai yakni Suryono Pane dan Inul Daratista. Dari hasil konfirmasi beberapa waktu lalu, tampaknya keduanya lebih memilih tetap berkarir di dunianya masing-masing.

    Popularitas duet tokoh senior dan muda dari jalur agamis-nasional dari unsur NU sepertinya menjadi tumpuhan harapan khalayak ramai, untuk melanjutkan membangun Kab.Pasuruan pasca Irsyad Yusuf. (hen)

    Reporter : Henry Sulfianto

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan