Sabtu, 28 Mei 2022
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGeliat Pelaku UMKM di Wisata Kampung Kue Surabaya

    Geliat Pelaku UMKM di Wisata Kampung Kue Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Perekonomian Wisata Kampung Kue di Jalan Rungkut Lor 2 Kota Surabaya, terus bergeliat. Dari malam hingga dinihari, sebanyak 63 pelaku UMKM tergabung dalam Paguyuban Kampung Kue, bergelut dengan adonan kue.

    Kini mereka semakin sumringah. Karena setelah diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kampungnya bukan kampung biasa, tetapi berubah menjadi salah satu destinasi wisata kuliner, dan dinamakan Wisata Kampung Kue Kota Surabaya.

    Koordinator Wisata Kampung Kue Choirul Mahpuduah mengaku, kampungnya semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar Kota Surabaya. Seperti kunjungan dari lembaga, perguruan tinggi, hingga melakukan kerja sama dengan Sekolah Dasar untuk melakukan pembuatan pupuk, dari limbah bahan baku kue.

    “Bahkan, banyak sekali pembeli atau pengunjung yang membeli dan memesan kue yang dimakan oleh pak Wali Kota, seperti kue apem. Mengingat juga dengan tradisi megengan menjelang bulan puasa, kami dibanjiri banyaknya pesanan kue apem,” imbuh Irul, Sabtu (20/3/2022).

    Ia mengaku, perjalannya mendirikan Wisata Kampung Kue tidak semulus yang dibayangkan. Ia mulai berdagnag kue tahun 2001. Di tahun 2005, ia mengajak ibu-ibu di kampungnya untuk ikut berjualan. Setelah puluhan tahun berjalan, kini usaha perdagangan kue di kampung tersebut kian ramai dan menjadi seperti sekarang.

    Baca juga :  Wagub Emil Bangga Dengan Prestasi Nida Juara MTQ Internasional Asal Jatim

    “Produk kue kita diterima di hotel-hotel dan pusat oleh-oleh, hingga di maskapai penerbangan. Bahkan, untuk kue kering, saat sebelum pandemi Covid-19 di tahun 2019, sudah menembus pasar di Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

    Namun hal itu tak berlangsung lama. Sejak pandemi Covid-19 menghantam Indonesia, Irul dan kawan-kawannya terpaksa harus menerima pengembalian produk dari pusat oleh-oleh, hingga harus memulai bisnis kue dari awal.

    Setelah Kampung Kue diresmikan pada 8 Februari 2022 lalu, Irul mengaku mendapat banyak dampak positif yang memengaruhi usaha para ibu-ibu. Wisata Kampung Kue lebih dikenal dan kunjungan wisatawan semakin meningkat.

    “Secara otomatis penghasilan semakin meningkat. Dengan diresmikannya Wisata Kampung Kue ini menambah kepercayaan masyarakat pada kualitas kue yang kami buat. Ini juga membuat kredibilitas Kampung Kue semakin meningkat,” terangnya.

    Dalam sehari, jelasnya, Wisata Kampung Kue mampu memproduksi 2 juta kue, dengan total 70 jenis kue basah dan kering. Kue dijual kembali oleh pemborong ke kabupaten/kota Sidoarjo dan Gresik. Hasilnya, Paguyuban Kampung Kue ini mampu meraup omzet hingga Rp 15 juta per hari.

    Baca juga :  Vakum 15 Tahun, Kota Surabaya Kembali Gelar MTQ

    “Alhamdulillah bisa mengejar omzet kami, seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Kami yakin, bahwa Kampung Kue akan tetap ada untuk membantu menggerakkan ekonomi warga sekitar,” katanya.

    Selain itu, Irul juga mengaku bahwa Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, selalu memberikan pendampingan untuk pemberdayaan Wisata Kampung Kue.

    “Kami mendapat pendampingan dan kemudahan dalam mengurus perizinan NIB, logo halal, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), promosi, pelatihan, uji nutrisi, dan penerbitan surat rekomendasi serta keterangan bahwa produk dari masing-masing pelaku UMKM bebas dari boraks dan formalin,” ungkapnya.

    Sedangkan untuk skema penjualan dan pemasaran produk Wisata Kampung Kue, sebagian ibu-ibu telah menjual produknya melalui digital marketing melalui media sosial dan E-Peken. Tak hanya itu, Wisata Kampung Kue juga memiliki laman website sendiri, yakni www.kampungkuesby.com.

    Baca juga :  Wagub Emil Ajak Himpunan Alumni IPB Tetap Solid Luruskan Miskonsepsi PMK

    “Dengan keberadaan E-Peken, hasilnya luar biasa ketimbang kami menjual di pusat oleh-oleh. Hanya saja belum semua ibu-ibu melakukan hal demikian, karena kapasitas untuk mengoperasikan handphone juga terbatas,” ujarnya.

    Irul berharap, melalui Wisata Kampung Kue ini, Pemkot Surabaya bisa membantu paguyubannya untuk mengakomodasi kembali pasar-pasar yang sebelumnya telah dijamah, sebelum terjadi pandemi Covid-19.

    “Kami akan merefresh kembali pasar-pasar yang sudah kita dapatkan sebelumnya. Kami juga berharap, Pemkot Surabaya bisa mengakomodir keinginan kami untuk ditindaklanjuti, untuk tetap melanjutkan pasar-pasar sudah kami dapatkan sebelumnya,” harapnya.

    Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menjelaskan, pihaknya bersama Dinkes dan stakeholder terkait, ikut memberikan pendampingan terkait perizinan kepada para pelaku UMKM di Wisata Kampung Kue.

    Bahkan, sebelum diresmikan Wali Kota, Dinkes juga memberikan pelatihan kepada pengelola dan penjamah makanan.

    “Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya hygiene sanitasi makanan,” jelasnya.

    Yos menjelaskan, sesuai instruksi Wali Kota, pemkot juga turut memfasilitasi pemasaran produk Wisata Kampung Kue, yakni melalui E-Peken. Sedangkan, untuk distribusi pengiriman pesanan, juga melibatkan warga atau pemuda sekitar.

    “Langkah ini agar seluruh elemen perekonomian ikut bergerak, yakni dimulai dari warga sekitar,” tandasnya. **

    Reporter : Wetly
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan