Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanIni Jurus Jatim Atasi Lonjakan Kasus Covid-19 Gelombang 3

    Ini Jurus Jatim Atasi Lonjakan Kasus Covid-19 Gelombang 3

    SURABAYA (WartaTransparansi.cm) Pemprov Jatim melakukan optimalisasi 3T (Tracing, Testing dan Treatment), penerapan 5M dan percepatan vaksinasi. Ini sebagai langkah strategis pencegahan atas melonjaknya kasus Covid-19.

    Berdasarkan data Kemenkes RI per 3 Februari 2022, tercatat 17.895 kasus baru terdeteksi secara nasional. Laporan kenaikan kasus terbanyak dicatatkan oleh DKI Jakarta yakni sebanyak 10.117 kasus, lalu Jawa Barat dengan 7.308 kasus baru, Banten 4.312 kasus baru, Bali dengan 1.501 kasus baru dan Jawa Timur tercatat 1.394 kasus baru.

    Sementara lonjakan kasus Covid-19 secara nasional telah nampak sejak minggu ke-3 Januari 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, merilis bahwa Indonesia telah resmi masuk gelombang 3 covid-19. 

    Guberur Jatim Khofifah Indar Parawasa menyebut bahwa dirinya bersama Forkopimda Jatim, jajaran Pemprov Jatim, Pemkab/pemko se-Jatim telah menyiapkan sejumlah jurus guna menangani dengan sigap gelombang ketiga di Jatim, ungkap Gubernur di Surabaya, Jumat.

    Seperti pola sebelumnya,lonjakan kasus pasca libur panjang menjadi pemicunya. Kita sudah siapkan rencana (plan) sejak November lalu. Sehingga lonjakan kasus  diharapkan bisa terantisipasi.

    Adapun langkah antisipatif dan preventif tersebut disiapkan secara matang antara lain dengan melakukan optimalisasi Tracing, Testing dan Treatment (3T), penerapan 5M dan percepatan vaksinasi.

    “Alhamdulillah meski secara nasional kasus merangkak naik, situasi di Jatim meski mengalami kenaikan tetapi  masih terkendali dan indikator penanganan pandemi masih sesuai standar WHO,” jelas Khofifah.

    Sementara berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Jatim per tanggal 3 Februari 2022, Khofifah memaparkan, kapasitas testing di Jatim mencapai 4x standar WHO yakni 160-180 ribu tes PCR per minggunya. Dengan testing yang memadai, prosentase positivity rate di Jatim tercatat 1,72%. 

    “Positivity rate tersebut masih sesuai dengan standar WHO yakni dibawah 5%. Sementara kita tahu saat ini positivity rate nasional adalah 8,95%,” tuturnya

    Lebih lanjut, persentase tracing dari kasus positif di Jatim pun masih dalam kondisi memadai yakni 15,64. Hal tersebut masih sesuai standar yang ditetapkan Kemenkes yakni 15 orang per 1 kasus. Sedang jika dibandingkan dengan tracing ratio nasional saat ini berada di angka 8,92

    Hal yang sama juga terjadi dalam persentase Bed Occupancy Rate (BOR) di Jatim yang masih dalam kategori aman, meski penambahan kasus juga terjadi. Tercatat saat ini BOR Isolasi di Jatim masih berada dalam angka 4,31% per minggunya. Sedangkan BOR mingguan nasional sudah merangkak naik di angka 13,85%. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan