Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSoal Omicron, Pemerintah Harus Ambil Langkah Konkret

    Soal Omicron, Pemerintah Harus Ambil Langkah Konkret

    SURABAYA (WartaTransaransi.com) – Peningkatan kasus aktif Covid-19 varian Omicron di beberapa kota mendapat perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, Pemerintah harus segera menyiapkan strategi dan langkah konkret untuk mengendalikan penyebaran wabah.

    “Saya kira angka kenaikan kasus Covid-19 khususnya Omicron belakangan ini mulai signifikan. Tentunya harus segera diambil langkah serius dan konkret untuk menghambat penyebaran nya,” kata LaNyalla di sela kunjungan kerja ke Jatim, Kamis (3/2/2022).

    Strategi cepat tersebut, lanjutnya, sangat perlu agar jumlah kasus tidak terus meningkat dan pada akhirnya bisa mengganggu proses pemulihan ekonomi.

    “Ekonomi yang sempat terpuruk, sudah mulai bergerak kembali. Jangan sampai momentum pergerakan tersebut menjadi terhambat lagi,” jelasnya.

    Baca juga :  Ketua TP PKK Jatim Arumi Ajak Kader Waspadai Gizi Buruk

    Makanya, kembali LaNyalla mendesak pemerintah agar segera mengambil
    kebijakan terkait penyebaran Omicron yang tidak lama lagi diprediksi semakin tinggi.

    “Dampaknya pun tidak hanya di sektor kesehatan dan ekonomi, tetapi juga berimbas ke sektor lain seperti pendidikan dan juga industri,” papar dia.

    Berdasar data dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI di Indonesia sudah ditemukan varian Omicron sebanyak 2.507 kasus. Sebaran tertinggi masih dilaporkan di Provinsi DKI Jakarta. Dimana jumlah kasus aktif di Jakarta per tanggal 2 Februari 2022 sudah mencapai 2.054 kasus.

    Banten menyusul, yakni di angka 258 kasus. Meski begitu para pakar meyakini Omicron sudah mendominasi di Indonesia, menggantikan COVID-19 varian Delta setidaknya di Jawa Bali.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jatim Sholat Ghaib Untuk Buya Syafii Maarif

    “Jumlah kasus biasanya fenomena gunung es, banyak kasus yang tidak dilaporkan, seperti jika terjadi klaster keluarga. Ini yang harus diwaspadai agar tidak terjadi ledakan seperti periode Juni-Juli 2021 lalu,” ucapnya.(nuri)

    Reporter : Nuriyah Maslahah
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan