Opini  

Kusta dan Perhatian

Kusta dan Perhatian

Oleh: Wetly

Hari Kusta Sedunia atau World Leprosy Day diperingati setiap hari Minggu terakhir di bulan Januari. Untuk tahun ini diperingati tanggal 30 Januari 2022, Minggu kemarin. Tidak seperti peringatan Hari Buruh atau lainnya, peringatan Hari Kusta Sedunia ini jauh dari yel yel massa yang memperingatinya.

Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya beberapa provinsi saja yang masih menjadi kantong penyakit kusta, atau biasa orang menyebut (mitos) penyakit kutukan.

Data Kementerian Kesehatan pada 2021, terdapat 27 provinsi yang sudah mencapai eleminasi, yang berarti angka prevalensi sudah kurang dari 1/10.000 penduduk dan tidak menjadi masalah kesehatan lagi. Namun, masih ada tujuh provinsi terutama Indonesia Timur seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Barat, dan Papua Barat.

Dari 416 Kabupaten (1 kab. administrasi) dan 98 Kota (5 kota administrasi) di Indonesia, ada 109 daerah tersebar di 26 provinsi yang belum eleminasi dan menjadi kantong kusta. Sementara jumlah kasus baru di Indonesia ada sekitar 4.183 orang dan kasus terdaftar sebanyak 17.869 orang.

Bagaimana dengan Jawa Timur? Meski angka prevalensi sudah kurang dari 1/10.000 penduduk, namun masih ada beberapa daerah yang menjadi kantong penyakit kusta.

Sejarah mencatat dahwa pada 2016 dan 2019, Jawa Timur penah menjadi salah satu provinsi tertinggi nomor satu dengan penyakit kusta. Itu sekaligus menempatkan Jatim sebagai provinsi penyumbang kusta terbesar di antara provinsi lainnya di Indonesia.

Data Dinas Kesehatan Jatim tahun 2016 menyebut, jumlah penderita kusta di Indonesia sekitar 17.000 orang dan 30 persen di antaranya 4.183 orang berada di wilayah Jatim. Miris, dari jumlah itu, 8 persen atau 332 orang di antaranya justru penderita usia anak-anak. Masih tingginya penderita pada anak-anak, menunjukkan penularan kusta di Jatim cukup tinggi.

Sedangkan data tahun 2019, penderita kusta di Jatim adalah 24% dari penderita kusta di Indonesia. Namun, tingkat prevalensi mengalami penurunan 0,8 per 10 ribu penduduk tercatat tahun 2018 sebesar  0,92 menjadi 0,84 pada 2019.

Saat itu, ada 2.668 penderita kusta baru di Jatim dan 3.351 penderita kusta yang masih berobat. Dari 2.668 penderita kusta baru, sebanyak 255 menderita cacat akibat lambat deteksi dan sebanyak 194 (7,3%) adalah penderita usia anak. Dan lagi-lagi, di tahun 2019, Jatim masih merupakan provinsi tertinggi jumlah penderita penyakit kusta di Indonesia.

Sejauh ini, atau hingga 2021-2022, belum ada data terbaru tentang penderita kusta di Jatim. Apakah penderitanya berkurang atau sebaliknya.