Indeks kebahagiaan Nasional 2021 adalah 71,49 meningkat 0.80 poin dari 2017 (70,69).
Khofifah menerangkan, apabila dilihat menurut indeks dimensi penyusun Indeks Kebahagiaan Jawa Timur.
Indeks Dimensi Kepuasan Hidup Masyarakat mengalami peningkatan paling besar, dari 71,68 di 2017 menjadi 76,07 pada 2021, meningkat 4,39 poin.
Peningkatan dimensi ini, terutama disebabkan peningkatan sub dimensi kepuasan hidup personal dari 66,63 di 2017 menjadi 71,40 pada 2021. Sementara untuk sub dimensi kepuasan hidup sosial meningkat sebesar 4,01 poin, dari 76,72 menjadi 80,73.
Untuk indeks dimensi makna hidup (Eudaimonia) di Jawa Timur meningkat sebesar 1,53 poin dari 71,66 di 2017 menjadi 73,19 pada 2021. Hanya pada indeks dimensi perasaan (affect) di Jawa Timur turun dari 68,79 di 2017 menjadi 66,43 pada 2021.
Diketahui, meningkatnya indeks kebahagiaan di Jawa Timur tidak lain karena masyarakatnya bisa berdamai dengan situasi dan kondisi yang kurang bersahabat akibat pandemi Covid-19.
Selain itu, suasana guyub, penuh kekeluargaan, dan saling tolong menolong juga turut membuat masyarakat hidup nyaman dan bahagia.
Rahasia Sholawat dan Anak Yatim
Ada tradisi baru setiap pergelaran acara Gubernur Khofifah akhir-akhir ini, dimana bacaan shalawat dan sadaqoh serta infak kepada anak yatim piatu selalu didahulukan sebelum kegiatan berlangsung. Suasana pun menjadi begitu religius, apalagi diringi senyum ceria anak yatim atau piatu ketika menerima bingkisan. Dan di balik itu semua rahasia “Optimis Jatim Bangkit”.
Khusus bacaan shalawat sebagaiman firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Surat Al Ahzab (ayat 56)“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,”
Seperti diketahui bahwa salah satu keutamaan dan kemuliaan membaca shalawat kepada Nabi sesuai sabda Rasulullah SAW “Barangsiapa membaca shalawat padaku 100 kali pada setiap hari Jum’at, maka Allah mengampuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan”.
Sabda Rasulullah lain menegaskan,
“Barangsiapa membaca shalawat kepadaku satu kali, maka dia dibersihkan dari dosanya, sedikitpun tidak tersisa sekalipun hanya sebesar atom”.
Sedangkan keajaiban membahagiakan anak yatim, sudah dijanjikan Allah SWT akan memudahkan segala urusannya.
Sebagaimana firman Allah pada Surat Al Baqarah 220,
“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah (Memperbaiki keadaan mereka) adalah baik,”
Selain itu, orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Al-Qur’an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Sebagaimana firman Allah pada Surat Al Insan (ayat 5-6),
“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”
Sabda Rasulullah juga memberikan janji kepada siapa saja yang menggembirakan atau membahagiakan anak yatim, “Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).
Rahasia di balik “Optimis Jatim Bangkit” itulah dan kemauan serta kemampuan melaksakan kinerja dengan sungguh-sungguh akan menjadi jalan menuju Jatim Makin Bangkit.(*)





