Opini  

Rahasia di Balik “Optimis Jatim Bangkit”

Rahasia di Balik “Optimis Jatim Bangkit”
H. Djoko Tetuko Abdul Latief

Oleh Djoko Tetuko

Tidak mudah memang menerjang ombak di lautan lepas dengan gelombang berubah ubah arah, tidak mudah memang melewati jalan di tengah gelap malam tanpa lampu penerang, tidak mudah memang terbang di udara ketika cuaca ekstrem apalagi halilintar senantiasa menyapa marah!

Bait-bait kalimat di atas sebagai gambaran bahwa pada saat masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih berkecamuk, masih menyebar tebar dengan varian terbaru Omicron, maka memulihkan keadaan setelah terpuruk dan terpapar, tidak mudah.

Apalagi membangkitkan semangat setelah lelah putus asa menerima apa adanya, membangun
pilar dan penyangga setelah roboh bahkan sudah tinggal puing-puing. Juga bukan pekerjaan mudah tetapi Pemprov Jatim tetap optimis.

Memulihkan, membangkitkan, dan membangun ekonomi lokal dan nasional, tentu saja tidak semudah seperti membalikkan telapak. Semua memerlukan koordinasi dalam kebersamaan bagaikan orkestra, menyatu padu menghentak rentak menyinari dengan cahaya di atas cahaya.

Itulah gambaran memulihkan, membangkitkan, dan membangun ekonomi Provinsi Jawa Timur, juga ekonomi nasional seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. Tidak mudah tetapi membutuhkan rasa optimis untuk melawan jaman dan melangkah dengan gagah.

Mengapa? Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memang mencatat prestasi demi prestasi, tetapi hal itu bukan merupakan jaminan dapat mengantarkan rasa optimis, seperti halnya “Optimis Jatim Bangkit”. Sebab optimis seperti harapan di atas membutuhkan kerja keras dan kinerja lebih berkualitas. Bukan sekedar sederetan prestasi serta pencapaian Pemprov Jatim mendukung berbagai kebijakan nasional.

Rahasia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada saat memberikan pidato pada acara pelantikan Pengurus PWI Jatim. 2021-2026 di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (12/1/2022) membeberkan rahasia di balik perubahan dengan aroma sangat optimis serta proses kegaiban karena memberikan penghargaan dan penghormatan kepada anak yatim piatu. Selain itu mengundang barokah dan keselamatan dengan membaca shalawat dengan kreasi dan inovasi.

Gubernur Khofifah menyatakan bahwa ke depan Jatim sudah mengubah pola berpikir positif dan sangat optimis bakal tercapai dengan tagline “Optimis Jatim Bangkit” karena ada Hadits menegaskan bahwa “Ana ‘inda dzonni abdi bi” (Ana (Allah) sebagaimana prasangka hambanya).

 

 

Berprasangka bahwa Engkau sebaik baik pembuat makar. Berprasangka bahwa Engkaulah pemilik hati. Kami berprasangka baik kepadamu karena Engkau telah berfirman :”ud’uni astajib lakum” berdoalah maka akan Engkau kabulkan. Dan Engkau Maha Tahu, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Benar dan menjadi saksi bahwa kami telah berdoa untuk kemenangan dakwahMu, telah berikhtiar untuk berdakwah kepadaMu, telah bertawakal/berprasangka kepadaMu.

Provinsi Paling Bahagia di Jawa

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, Indeks Kebahagiaan masyarakat Jawa Timur mencapai 72,08 poin. Angka tersebut meningkat 1,31 poin dari nilai tahun 2017 (70,77).

Dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, Indeks Kebahagiaan Jawa Timur paling tinggi, baik dari sisi nilai maupun peningkatannya.

Sebagai perbandingan, indeks kebahagiaan Provinsi Jawa Tengah sebesar 71,73 poin, Provinsi DI Yogyakarta 71,70 poin, Provinsi DKI Jakarta 70,68 poin, Provinsi Jawa Barat 70,23 poin, dan Provinsi Banten 68,08 poin.

“Alhamdulillah, tingkat kebahagiaan di Jawa Timur tahun 2021 berada di peringkat 19, lebih baik dibandingkan tahun 2017 yang berada di peringkat 23,” kata Gubernur Khofifah saat sambutan pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Rabu (12/1/2021) di Hotel Mercure Surabaya.

Berdasarkan survei BPS, kata Khofifah, indeks kebahagiaan Jawa Timur pada 2021 lebih baik dibandingkan nilai indeks kebahagiaan Nasional.