“Kalau dulu yang dihitung Musda itu suara, sekarang yang dihitung jumlah dukungan, CV calon, lalu rekam jejak, dan paling menentukan fit and propery test. Tidak main-main fit and propery test ini, sangat serius dan tidak main-main. Kita ingin lahir pemimpin Musda yang baik,” lanjutnya.
Lebih lanjut Renanda mengatakan, verifikasi faktual dukungan calon akan dilakukan H-1 Musda atau disebut Pra-Musda. Nantinya, DPC yang memberi dukungan ganda, akan dicoret.
Sementara Ketua Organizin Comittee (OC) Samwil mengatakan, seluruh peserta Musda wajib menerapkan protokol kesehatan. Seluruh peserta akan menjalani tes swab.
“Musda ini harus berjalan tertib, aman, dan lancar. Seluruh peserta wajib menerapkan prokes, dan menjalani tes swab. Hanya peserta dengan swab negatif boleh ikut,” tandasnya.
Diketahui, ada dua nama kuat yang bakal maju sebagai Calon Ketua di Musda Demokrat Jatim. Dua nama itu Emil Elestianto Dardak dan Bayu Airlangga.
Emil disebut memiliki dukungan 12 DPC se-Jatim. Sementara Bayu disebut memiliki dukungan 30 DPC se-Jatim. (sr/min)





