Rabu, 28 September 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSolusi Tangani Banjir Surabaya dengan Mencari Hulu Sungai di Setiap Wilayah

    Solusi Tangani Banjir Surabaya dengan Mencari Hulu Sungai di Setiap Wilayah

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa potensi terjadinya banjir di Surabaya karena tingginya intensitas curah hujan, dan meningkatnya permukaan air laut. Solusinya, mencari hulu sungai di setiap wilayah.

    Potensi banjir, katanya, sudah diprediksi BMKG. Karena itu, lanjut Eri, Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat memaksimalkan anggaran untuk fokus menyelesaiakan masalah banjir.

    “Kami sudah bahas bersama DPRD, kita akan cari hulunya. Banjir ini tidak bisa diselesaikan (dengan hanya saluran dikeruk), karena Surabaya ini air rob tinggi, curah hujan empat kali lipat dari (informasi) BMKG,” kata Eri,  Selasa (4/1/2022).

    Eri menyatakan, bahwa satu-satunya jalan untuk menyelesaikan banjir adalah dengan mencari hulu sungai di setiap wilayah. Misalnya, banjir yang sebelumnya sempat menggenang kawasan Lontar dapat diselesaikan dengan cara membuat tampungan air berupa bozem.

    Baca juga :  Khofifah Kunjungi Pasar Soponyono Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

    “Nah, sekarang kita lihat dan cari hulunya, berarti harus ada tampungan air. Seperti di Lontar, ada bozem. Kemudian, di depan Unesa (Universitas Negeri Surabaya) sudah tidak banjir, soalnya kita alirkan ke Kali Makmur,” paparnya.

    Meski begitu, Eri mengakui, saat hujan deras turun, sejumlah kawasan di Kota Surabaya kerap terjadi banjir dan langsung surut. Maka, selain dilakukan pengerukan saluran, tentu saja persoalan ini harus diselesaikan dengan cara lain. Seperti misalnya, memperbesar saluran atau membuat saluran baru yang dapat langsung menuju ke sungai utama.

    “Berarti untuk menyelesaikan banjir, tidak bisa kalau (misal), oh di (kawasan) sana banjir, langsung ke sana dikeruk, tidak bisa,” alasannya.

    Baca juga :  Ayo Rek, Saksikan Pameran ‘Nostalgia Srimulat’ di Basement Alun-Alun Surabaya

    Bahkan, di kawasan Ketintang yang merupakan rumah kediaman Eri, juga kerap banjir saat hujan deras turun. Nah, khusus untuk masalah kawasan ini, memang dikarenakan sungai Ketintang Madya yang terkoneksi dengan Wonocolo, merupakan aliran irigasi untuk sawah. Sementara saat ini, kawasan yang dulunya merupakan area persawahan tersebut, sudah dibangun rumah-rumah warga.

    “Daerah Ketintang itu dulu irigasi, sehingga kalau (dulu), air masuk ke sungai dialirkan ke sawah-sawah. Kalau sekarang sawahnya sudah jadi rumah, maka harusnya dibalik, yang awalnya mengalir ke irigasi, harus mengalir ke sungai,” jelasnya.

    Karenanya, Eri memastikan, untuk menyelesaikan banjir di kawasan Ketintang, pihaknya akan membangun saluran yang dapat langsung mengalirkan air ke Sungai Rolak Gunungsari. Pembangunan saluran ini diharapkan ke depan dapat mengurangi beban sungai irigasi yang menuju ke Wonocolo.

    Baca juga :  Kejari Tanjung Perak Sinergi dengan BPJS Kesehatan, Jaring Ratusan Perusahaan yang Belum Bayar Iuran JKN KIS

    “Jadi Insya Allah tahun 2022, seperti itu. Kita tahu masalahnya, hulunya apa, oh di sana. Jadi kita buatkan got (saluran) yang masuk langsung ke Kali Rolak Gunungsari,” terangnya.

    Di samping menangani banjir dengan berpedoman pada hulu, Eri juga mengimbau masyarakat agar dapat mengubah kebiasaan hidup dengan tak lagi membuang sampah di sungai. Tentu saja dalam menyelesaikan soal banjir, pemkot tak bisa bekerja sendiri dan butuh partisipasi gotong-royong serta kepedulian warga.

    “Insya Allah anggaran tahun 2022, kita sepakat dengan DPRD fokus ke daerah-daerah yang ada banjir dan genangan langsung selesai. Harapannya kita Forkopimda, hujan tidak ada genangan Ayo diselesaikan bareng-bareng,” tandasnya. **

    Editor : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan