Kamis, 11 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMimpi “5 Besar” Olimpiade Menpora

    Mimpi “5 Besar” Olimpiade Menpora

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Jika berdasar pada Olimpiade 2020 di Tokyo,  tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2021, dengan memperebutkan
    340 medali emas,
    338 medali perak,
    402 medali perunggu dengan total medali 1080, maka dengan perkiraan pada Olimpiade 2044 memperebutkan 330 medali emas, Kontingen Olimpiade Indonesia paling tidak untuk meraih posisi “5
    Besar” sekurang-kurangnya meraih 10-15 persen atau sekitar 50 medali emas.

    Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagaimana harapan dan target pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 mentargetkan “5 Besar” Olimpiade pada tahun 2044 atau satu tahun menjelang Indonesia Emas, bukan sekadar konsep dan perhitungan. Tetapi butuh perwujudan.

    Dengan situasi dan kondisi Indonesia di pesta olahraga sejagad itu masih kembang kempis, maka bukan sekedar Perpres dan target saja. Juga sekedar kesimpulan hasil diskusi sejumlah profesor di bidang olahraga. Tetapi pelaksanaan di lapangan dengan mengedepankan atlet dan keluarga besar atlet termasuk pelatih bersama sejumlah pendukung membutuhkan kepastian hukum sebagai “warga negara istimewa”. Jika tetap begini begini saja, maka tinggal kenangan saja dari hasil diskusi.

    Diketahui,
    Olimpiade Musim Panas adalah ajang olahraga musim panas internasional yang pertama kali di adakan pada tahun 1896 dan diselenggarakan setiap 4 tahun sekali oleh Komite Olimpiade Internasional.

    Olimpiade tercatat sebagai pertandingan olahraga paling prestisius di dunia. Apalagi menampilkan cabang olahraga terbanyak di banding dengan event yang lainnya. Menjadi juara dalam Olimpiade biasanya dianggap sebagai pencapaian terbaik dalam dunia olahraga. Medali di berikan dalam setiap event, dengan medali emas untuk juara pertama, medali perak peringkat kedua, medali perunggu untuk urutan ke-3, sebuah tradisi yang dimulai sejak 1904.

    Para peserta di ikutkan oleh sebuah Komite Olimpiade Nasional (di Indonesia KOI) untuk mewakili negara mereka. Lagu kebangsaan dan bendera mendampingi acara pengalungan medali emas.

    Meski merupakan ajang olahraga yang paling beraneka ragam, Olimpiade bukanlah yang paling populer. Piala Dunia sepak bola lebih ditonton masyarakat dunia seperti yang diperlihatkan melalui jumlah penonton TV.

    Olimpiade Musim Panas terakhir di selenggarakan pada tahun 2021 (karena di tunda 1 tahun) di Tokyo, Jepang mulai tanggal 23 Juli sampai 8 Agustus 2021. Mengacu pada Olimpiade Tokyo, sekali lagi rencana DBON harus mengubah paradigma pembinaan olahraga di Indonesia. Bahkan harus resolusi olahraga nasional, sehingga terkesan dilaksnakan secara totalitas.

    Kamis (16/12/2021),
    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan Indonesia menargetkan “5 Besar” dunia dalam Olimpiade dan Paralimpiade 2044 ketika saat itu Indonesia tepat akan berusia 100 tahun.
    Target ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional.

    Menpora mengaku awalnya menganggap tak masuk akal bermimpi masuk peringkat lima dunia. Namun, data dari kajian yang sudah dibentuk menghasilkan angka yang positif.
    Bahkan target tersebut sudah berdasarkan kajian ilmiah bersama akademisi dan praktisi olahraga, ada hitungannya dan yang menghitung adalah profesor.

    Pencapaian target itu bisa dicapai kalau Indonesia fokus kepada cabang olahraga yang sesuai fisik orang Indonesia.
    Dan tentu saja, merumuskan cabang olahraga yang mengandalkan teknik dan akurasi sehingga lahirlah 14 cabang olahraga dalam DBON.

    Tentu saja tidak cukup hanya membidik 14 cabang olahraga, sebab Olimpiade Tokyo mempertandingkan 46 cabang olahraga. Tetapi kepastian hukum dan payung hukum menuju industri olahraga berbasis prestasi, membutuhkan gerakan dan kampanye dengan perwujudan kesejahteraan atlet berprestasi dikedepankan. Atlet sebagai warga negara istimewa. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan