Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    OlahragaSanksi Berat Untuk Yopy, 10 Tahun  Dilarang Aktif Sepakbola dan Denda Rp100...

    Sanksi Berat Untuk Yopy, 10 Tahun  Dilarang Aktif Sepakbola dan Denda Rp100 juta

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur (Jatim) bertindak cepat mensikapi polemik dugaan pengaturan skor di Liga 3 MS Glow for Men PSSI Jatim.

    Dalam keputusan sidang Komdis yang diputus, 19 November 2021, terbit dua putusan yang dijatuhkan, yaitu memberikan sanksi berat kepada Dimas Yopi Perwira Nusa atas tingkah laku buruk di Liga 3 Jatim, selaras dengan pasal 64 ayat (1) dan pasal 65 ayat (1) Kode Disiplin PSSI.

    Ketua Komdis Asprov PSSI Jatim, H. Samiadji Makin Rahmat, SH, MH, menegaskan, keputusan diambil setelah Komdis memperoleh data rekaman dan hasil keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan.

    “Komdis PSSI Jatim, menyatakan Yopy (panggilan Dimas Yopy Perwira Nusa) dinyatakan terbukti melakukan tindakan percobaan suap, agar Gestra (Gresik Putra) mengalah saat melawan NZR Sumbersari, pada 12 November. Yopy dilarang beraktifitas sepakbola selama 10 tahun dan denda 100 juta rupiah,” ungkap Makin Rahmat saat jumpa pers dengan media, di kantor PSSI Jatim, Jumat malam (19/11/2021).

    Baca juga :  Wartawan Pokja KONI Gelar Diskusi Songsong PON 2024

    Lanjut Makin, sesuai surat keputusan Nomor: 001/KOMDIS/PSSI-JTM/XI/2021, terkait pertandingan NZR Sumbersari lawan Gresik Putra pada 12 November lalu, Yopy memberi iming-iming uang sejumlah Rp70 juta hingga Rp100 juta agar Gestra mengalah kepada NZR Sumbersari. Tindakan Yopy itu dilakukan untuk keperluan taruhan judi bola online.

    “Pengakuan Yopy, judi online merupakan kerjasama dengan David dan Billy. David berasal dari Jakarta sedangkan Billy berasal dari Denpasar Bali. Tentu, semua akan terus kita kembangkan dan diperdalam. Terhadap David dan Billy, Komdis PSSI Jatim tidak bisa menerapkan kode disiplin karena mereka bukan bagian dari football family,” ulas Makin.

    Selain itu, Komdis PSSI Jatim juga menghukum dua pemain Gestra, Andy Cahya dan Hendra Putra Satria, serta kitman, Desly Galang Ramadani. Mereka dihukum percobaan larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan, dengan masa percobaan selam 24 bulan. Sementara Ferry Afrianto yang disebut eks pemain Persela, dihukum lima tahun larangan beraktivitas di sepak bola dan denda 50 juta.

    Baca juga :  Wartawan Pokja KONI Gelar Diskusi Songsong PON 2024

    “Ferry dinyatakan mencoba melakukan perbuatan penyuapan dalam pertandingan Gestra versus Persema Malang. Sedang kesalahan Andy, Hendra dan Galang karena tidak langsung memberitahu pihak manajemen Gestra. Karena menolak dan menerima uang suap, sehingga Komdis masih memberikan kesempatan vonis percobaan,” jelas Makin didampingi Musthofa, SH, MH dan Rochmad Amrullah, SH, MH.

    Memang, berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum mereka dijatuhi sanksi/hukuman. Andy, Hendra Putra Satria dan Desky Galang Ramadani terbukti bersalah melakukan percobaan pelanggaran pasal 64 ayat (1) dan pasal 65 ayat (1) kode disiplin PSSI. Mereka dihubungi oleh orang yang mengaku bernama Anshori agar mau mengalah saat menghadapi Persema Malang.

    Khusus untuk Bambang Suryo (BS), David, Billy dan Anshori, yang juga diduga terlibat dalam perkara suap ini, Komdis PSSI menyerahkannya ke kepolisian.
    Sebab, mereka bukan bagian dari football family, bahkan Bambang Suryo sudah dijatuhi larangan berkecimpung di sepak bola selama seumur hidup oleh PSSI Jatim pada 2018 lalu. Hal ini tertuang dalam surat keputusan nomor 024/L3/SK/KD-PSSI/XII/2018, dengan demikian Bambang, David, Billy dan Anshiri tidak termasuk subyek dalam ruang lingkup kode disiplin PSSI.
    “Bambang Suryo telah dihukum seumur hidup oleh PSSI pada 2018. Sehingga ia tidak dapat kita sentuh sebab bukan dari football family. Jadi kami serahkan sepenuhnya ke kepolisian,” terang Rochmad Amrullah.

    Baca juga :  Wartawan Pokja KONI Gelar Diskusi Songsong PON 2024

    Karena itu untuk pihak-pihak yang tidak termasuk dalam football family ini akan dilimpahkan ke kepolisian. Rencananya Komdis PSSI Jatim akan melaporkan BS Cs ke Polda Jatim. (mat)

    Reporter : Makin Rahmat
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan