Selasa, 30 November 2021
25.6 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiSukseskan DBON Butuh Gerakan Nasional secara Totalitas

    Sukseskan DBON Butuh Gerakan Nasional secara Totalitas

    Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai konsep membangun dan membina prestasi olahraga Indonesia menuju prestasi internasional membutuhkan kehadiran negara secara total, terutama dukungan anggaran untuk menjaga dan mengawal bakat dan potensi atlet nasional.

    Totalitas itu dengan melakukan gerakan nasional dengan payung Peraturan Presiden (Perpres) mulai dari sejak menemukan talenta atau bakat potensi atlet dengan struktur tubuh sudah menjanjikan, dengan prestasi mampu ditingkatkan sampai level dunia, maka negara (dalam hal ini pemerintah) mulai kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional melukakan penanganan secara simultan.

    Paling tidak pembinaan prestasi tingkat kabupaten/kota dengan batasan usia tertentu dan capaian prestasi juga ditentukan, menjadi tanggung jawab Pemkab/Pemko.

    Kemudian pembinaan prestasi di tingkat provinsi, tentu saja dengan capaian prestasi potensi menuju prestasi internasional seperti apa? Dengan batasan usia ditentukan dan sejumlah jaminan kesejahteraan sosial.

    Baca juga :  Catatan Gus Hans dari Makkah, “Jabal RAHMA dan Gersangnya KERAMAHAN” (1)

    Tentu saja pembinaan prestasi itu, sudah menyatu dengan jaminan kehidupan yang layak memenuhi standar atlet, jaminan kehidupan keluarga si atlet, jaminan masa depan kehidupan atlet, juga jaminan pendidikan.

    Beberapa kali penulis secara khusus menyatakan bahwa jaminan pendidikan itu, sejak seseorang diketahui punya talenta atau bakat sebagai atlet potensi dan berpeluang menjadi atlet berprestasi internasional, maka model pendidikan sudah dikhususkan.

    Bahkan jaminan kehidupan layak sebagai atlet dan masa depannya sudah dirancang sedemikian rupa oleh pemerintah, sehingga konsentrasi atlet hanya fokus pada peningkatan prestasi cabang olahraga yang tekuni atau digeluti hingga pencapai prestasi tertinggi.

    Model pembinaan prestasi olahraga secara totalitas ini, wajib diumumkan secara terbuka kepada masyarakat luas, dikampanyekan ke seluruh pelosok desa, termasuk penggunaan keuangan pemerintah yang secara khusus untuk program prioritas pembinaan prestasi atlet dalam mendukung dan mewujudkan pencapaian DBON.

    Baca juga :  Catatan Gus Hans dari Makkah, “Jabal RAHMA dan Gersangnya KERAMAHAN” (1)

    Sebagaimana diketahui, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyatakan bahwa DBON bertujuan untuk melahirkan prestasi secara terstruktur dan pembinaan jangka panjang.

    Sabtu (6/11/2021)
    Menpora Zainudin Amali usai melakukan silaturahmi dengan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) dan jajaran di ruang pertemuan Hotel Myko, Makassar, Sulawesi Selatan, menegaskan tidak ada prestasi yang dihasilkan secara instan. Selama ini Indonesia belum punya desain olahraga, artinya belum tahu ini mau ke mana? Kadang, pembinaan olahraga itu tergantung pemerintah daerah (Pemda). Kalau Pemdanya senang olahraga, maka olahraga di daerah itu bisa dikatakan maju.

    Sedangkan, amanat Presiden Joko Widodo pada saat peringatan Hari Olahraga Nasional ke-37 tahun 2020, meminta untuk melakukan review total terhadap ekosistem keolahragaan di tnah air.

    Baca juga :  Catatan Gus Hans dari Makkah, “Jabal RAHMA dan Gersangnya KERAMAHAN” (1)

    Apalagi, momen Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 tahun 2021, secara resmi Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional.

    Kelihatan DBON karena dipandang perlunya arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional jangka panjang secara terintegrasi.

    Pertanyaan besar apakah DBON sudah dikampanyekan dengan gerakan konsep pembinaan prestasi olahraga secara nasional secara terbuka, secara totalitas, dengan kehadiran pemerintah secara totalitas.

    Mengapa? Gerakan DBON masih belum masif di lapangan, sebagai sebuah gerakan nasional menuju prestasi dunia. Inilah langkah awal yang harus segera dilakukan dengan jaminan bahwa program ini menjadikan atlet berprestasi benar-benar “raja” dan “ratu” di negeri ini.(*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan