Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukKomunikasi Kurang Sehat, Konsentrasi Kontingen PON Jatim Terganggu
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Komunikasi Kurang Sehat, Konsentrasi Kontingen PON Jatim Terganggu

     

    Lepas dari upaya mengutamakan menjaga keselamatan dan kesehatan warga Kota Surabaya, tetapi jika mengggangu konsentrasi atlet Kontingen PON XX Jatim yang sedang berlaga memperjuangkan nama harum Provinsi Jawa Timur di bidang olahraga, maka komunikasi model apapun yang membuat suasana tidak nyaman, akan merugikan.

    Bahkan, tidak berlebihan mengatakan bahwa sikon seperti ini sudah terjadi komunikasi kurang sahat. Sehingga tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan konsentrasi atlet menjadi bubar, sehingga mempengaruhi suasana pertandingan.

    Tidak berlebihan juga situasi dan kondisi (sikon) ini “dapat” dikatakan sebagai pengembosan dari dalam. Inilah komunikasi kurang sehat yang dapat berakibat menurunkan derajat Kontingen PON XX Jatim.

    Diketahui, Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya mengirim surat kepada KONI Surabaya melalui surat nomor 443.2/1317/436.8.4/2021 tertanggal 4 Oktober 2021 mewajibkan atlet Kontingen PON XX Jatim warga Surabaya, setelah datang dari Papua menjalani karantina selama 5 (lima) hari. Inilah komunikasi kurang sehat dan dapat berakibat menurunkan derajat bahkan menurunkan kehormatan kontingen.

    Sebagaimana diketahui, bahwa
    prinsip dasar komunikasi yang bisa digunakan populer disebut Prinsip REACH atau Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble. Dimana dengan melakukan prinsip komunikasi efektif REACH ini, maka akan dapat mencapai perhatian, minat, kepedulian, cinta kasih, simpati, tanggapan maupun respon yang positif

    1. Respect, prinsip
    dalam komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai (respect) setiap individu yang jadi tujuan pesan yang disampaikan.
    Mengapa ini penting? Karena pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting.

    2.Empathy, merupakan prinsip komunikasi atau kemampuan untuk menempatkan diri sendiri pada situasi atau kondisi orang lain. Apa yang jadi ‘syarat utama’ untuk memiliki sikap empati? Ialah kemampuan untuk mendengarkan atau memahami terlebih dulu, sebelum kita meminta untuk didengarkan atau dipahami oleh orang lain.

    3. Audible, prinsip komunikasi ini
    bermakna seperti ini: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible berarti pesan yang disampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Prinsip ini menyatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media, sedemikian rupa, sehingga bisa diterima dengan baik oleh si penerima pesan.

    4. Clarity, prinsip komunikasi ini
    terkait dengan itu kejelasan dari pesan itu sendiri, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran yang berbeda-beda.
    Sebab kesalahan dalam penafsiran suatu komunikasi dapat menimbulkan berbagai dampak.
    Clarity dapat pula berarti keterbukaan.

    5. Humble, prinsip komunikasi ini ialah membangun komunikasi efektif. Dimana mampu bersikap humble atau rendah hati. Sikap ini ada kaitan dengan hukum pertama yaitu membangun rasa menghargai orang lain.

    Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan komunikasi kurang sahat dengan membuat suasana kebatinan menjadi tidak tenang pada saat atlet, ofisial, dan pendukung Kontingen PON XX Jatim sedang berjuang di medan laga. Inilah salah satu kekhawatiran bahwa kekuatan Jatim bukan kalah kompetisi, tetapi keropos dan gembos karena dilemahkan dari dalam sendiri.

    Semestinya, jika Satgas Covid-19 Surabaya, memang mengkhawatirkan keselamatan dan kesehatan kedatangan warga Kota Surabaya dari Papua, maka diumumkan setelah perhelatan PON Papua berakhir, sehingga tidak merusak konsentrasi atlet dan membuat suasana menjadi bingung serta tidak nyaman seperti sekarang ini.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan