Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMenjaga Semangat Asah, Asih, Asuh, Atlet Kontingen PON Jatim
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Menjaga Semangat Asah, Asih, Asuh, Atlet Kontingen PON Jatim

     

    Kekompakan Gubernur JawaTimur Khofifah Indar Parawansa beserta Forkopimda Jatim, tidak hanya sukses dalam menggerakkan masyarakat dalam mendukung percepatan vaksinasi, guna mencapai target herd immunity (kekebalan kelompok/komunal).

    Kekompakan menjaga asah, asih, dan asuh atlet Kontingen PON XX Jatim yang kini sedang berjuang mengumpulkan pundi-pundi medali emas dengan target 136 dan medali perak serta perunggu dengan harapan menjadi juara umum. Semoga!

    Memasuki hari ke-3, Senin (4/10/2021) walauiun masih pada peringkat (sementara) ke-4, namun masih mampu menjaga asah, asih dan asuh atlet Kontingen PON Jatim.

    Apalagi, mulia menunjukkan kepiawaian dan kehebatan di arena pertandingan dan perlombaan. Sejumlah cabang olahraga (cabor) menjadi catatan pertandingan resmi internasional seperti tenis, panjat tebing, senam, renang terbuka, dan wushu serta sejumlah cabor sudah menyumbangkan medali emas dan sebagian besar masih berjuang mewujudkan target.

    Sebagaimana pesan Gubernur Khofifah agar atlet dari Kontingen PON Jatim mampu
    membawa pulang banyak medali emas dan menjadi juara umum pada PON XX Papua 2021.

    Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menyambangi enam mess cabang olahraga (cabor) masing-masing sepatu roda, sepak takraw, layar, renang, dayung dan selancar bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung, Minggu (3/10/2021)

    Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Pangdam dan Kapolda juga memompa semangat dan motivasi para atlet yang sedang berjuang dalam perhelatan PON XX/2021 di Papua 2-15 Oktober 2021.

    Gubernur pertama perempuan di provinsi paling ujung timur Pulau Jawa, mengingatkan para atlet agar membawa semangat Bumi Majapahit ke Bumi Cendrawasih.

    Semangat Majapahit ialah semangat menyatukan nusantara dalam rasa memiliki NKRI, membangun dengan damai dan kasih. Sebab, ada misi yang tidak sekadar sportifitas, melainkan seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, perhelatan PON XX merupakan panggung persaudaraan, persatuan, serta melihat keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia.

    Dengan demikian, Gubernur Khofifah mengajak seluruh atlet dan pelatih Jatim agar membangun dan merajut persaudaraan, persatuan dan keberagaman dengan segala penghormatan, penghargaan serta memberikan ruang satu dengan yang lain untuk saling mengenal.

    Menjaga semangat keberagaman dengan tetap menjaga asah, asih, dan asuh, yaitu;
    Tetap membawa harum nama Jatim di Bumi Cendrawasih, harum diantara kontingen dan harum dimata masyarakat Jatim melalui prestasi yang akan kita persembahkan untuk warga Jatim.

    Sedangkan, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto mengatakan bahwa dalam pembukaan PON XX semalam, atlet Jatim menunjukkan sikap dan mental pemain yang siap bertanding. Bahkan dengan mengenakan pakaian hijau-hijau itu langsung terlihat adem. Dan berharap mendapatkan medali emas.

    Demikian juga, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mendoakan sekaligus mendukung seluruh atlet Jatim yang bertanding dalam kejuaraan PON XX.
    Juga mengatakan berdoa bersama untuk atlet Jatim untuk meriah prestasi dan medali emas.

    Bahkan, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta berjanji akan memberi hadiah kepada atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas, akan direkomendasikan kalau ingin sekolah kepolisian dan memberikan fasilitas pembuatan SIM gratis.

    Itulah kekompakan Gubernur bersama Forkopimda dalam menjaga asah dan mendukung semangat menjaga keberagaman. Kebersamaan dalam kekompakan sangat dibutuhkan dalam menjaga semangat secara terus menerus dalam berbagai kegiatan atau peristiwa, terutama pada pergelaran PON.

    Karena PON merupakan multivent dengan bendera provinsi, guna mengukur titik kulminasi pembinaan prestasi olahraga nasional. Dan Jatim sebagai salah provinsi gudang atlet prestasi nasional membutuhkan dukungan dan doa dalam menjaga asah, asih, dan asuh atlet Kontingen PON Jatim dalam mewujdkan target.

    Menjaga asah (belajar), asuh (perduli) dan asih (menyayangi) adalah menjaga keberagama dalam perbedaan makna, tetapi menjadi satu kesatuan utuh dalam mewujudkan sebuah keberhasilan dan kesuksesan.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan