Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    OpiniTajukWaspadalah! Covid-19 Varian Baru Mengincar
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Waspadalah! Covid-19 Varian Baru Mengincar

     

    Walaupun tren penanganan dan pengendalian serta pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) melalui kebijakan Pemberlakuan Pembetasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus membaik. Namun kewaspadaan dan tetap mawas diri terus ditingkatkan.

    Mengapa? Covid-19 varian baru terus mengincar dan mengancam, jika warga kendor atau meremehkan dengan euforia berlebihan hingga melanggar protokol kesehatan (Prokes).

    Sebagaimana pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (14/9/2021) pada rri.co.id, agar seluruh pihak tetap waspada dan tidak lengah walapun laju penularan Covid-19 terus menurun.

    Kewaspadaan justru perlu ditingkatkan mengingat mulai terjadi pengabaian prosedur, seperti tiga ribuan lebih orang yang kedapatan berkeliaran meski terpapar Covid-19.

    Padahal, saat ini ada 3 varian baru Corona (COVID-19) yang sekarang tengah menular di dunia, yakni varian Lamda, varian MU, dan varian C.1.2.

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    Diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap, varian Lamda pertama kali ditemukan di Peru pada Desember 2020 dan tengah menyebar di 42 negara dan varian MU pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari 2021 dan tengah menyebar di 49 negara.

    Kemudian, varian paling baru, yakni C.1.2 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Mei 2021 dan tengah menyebar di 9 negara.

    Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 3.830 orang berstatus ‘hitam’ terdeteksi berkeliaran di tempat umum termasuk Mall, bandara, stasiun, transportasi umum, hingga restoran, lewat aplikasi PeduliLindungi.

    Status hitam sendiri berarti orang yang terpapar atau merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19.

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    Puan, sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI, meminta Satgas Penanganan Covid-19 menerjunkan tim reaksi cepat jika mengetahui adanya orang berstatus hitam yang berkeliaran di tempat umum.
    Dengan berpedoman pada aplikasi PeduliLindungi sebagai dasar pelacakan (tracing).

    Bahkan, Puan meminta status “Hitam” terinfeksi
    Covid-19 yang berada di tempat umum agar segera dilakukan dikarantina untuk menghindari penularan, dan dirawat sebaik mungkin hingga mereka sembuh.

    Awas! Jangan sampai teledor dengan pembiaran dan melanggar Prokes, sehingga mengakibatkan gelombang ketiga dengan tiga varian baru akan menjadi klaster baru.

    Mari bersama-sama bersatu gotong royong menjaga, mencegah Covid-19 berkembang, dan suasana transisi ke kondisi endemi tetap dengan Prokes ketat.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Sebab Prokes ketat dengan penguatan imun melalui vaksinasi, juga membudayakan kehidupan normal baru bersama endemi Covid-19. Akan menguatkan kebangkitan semua sektor serta memulihkan ekonomi nasional.

    Kehidupan dengan budaya kenormalan baru Prokes ketat lebih indah, daripada terus menerus dalam tekanan masa pandemi Covid-19, yang membuat semua terpapar dan semua tepuruk.

    Waspadalah! Menjaga pola kehidupan normal dengan Prokes, dengan kegiatan masyarakat dalam pembatasan, dengan disiplin tinggi melakukan 3T (tracing, testing dan treatment) melalui Posko Kampung Tangguh akan mampu menurunkan sampai level terendah. Dan itulah awal transisi kehidupan normal baru sesunggunya dengan pola hidup baru pula.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan