Selasa, 26 Oktober 2021
29 C
Surabaya
More
    OpiniTajukLeani Ratri Oktila “Ratu Paralimpiade” Bulutangkis
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Leani Ratri Oktila “Ratu Paralimpiade” Bulutangkis

     

    Lagu Indonesia Raya kembali menggema di Yoyogi Naroobal Stadium Tokyo, setelah nomor ganda campuran cabang olahraga (cabor) para bulutangkis Indonesia Hary Susanto/Leani Ratri Oktila, menyumbang medali emas
    di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

    Pasangan Hery/Leani mengalahkan ganda Prancis Lucaz Mazur/Faustine Noel, dua set langsung 23-21, 21-17, Minggu (5/9/2021) siang WIB.

    Leani benar-benar atlet para bulutangkis “ajaib”. Betapa tidak? Dengan keterbatasan dan kekurangan mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya dua kali, mengibarkan sang Saka Merah Putih 3 kali (2 medali emas 1 medali perak). Tidak berlebihan jika memberikan mahkota kepada sang “Ratu” Paralimpiade Bulutangkis.

    Keberhasilan Leani mengukir sejarah baru bagi Kontingen Paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia,
    melalui unggahannya di akun resmi Instagram @jokowi, Minggu (5/9/2021),
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi torehan prestasi dari Leani Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo 2020.

    Bahkan, Kepala Negara menyebut, tak ada yang dapat menghentikan torehan prestasi Leani Ratri Oktila, yang kembali memperoleh medali emas di nomor ganda campuran SL3-SU5, dan juga medali perak di tunggal putri SL4.

    Minggu pagi hingga siang di Tokyo. Leani meraih medali emas dari nomor ganda campuran bersama Hary Susanto. Di pertandingan sebelumnya, Leani meraih medali perak di nomor tunggal putri.

    “Ratu Paralimpiade” Bulutangkis telah mempersembahkan untuk bangsa dan negara Indonesia dua medali emas dan satu perak.

    “Sekali lagi selamat kepada Leani Ratri Oktila dan Hary Susanto,” kata Presiden.

    Leani/Hary meraih emas setelah melalui perjuangan sulit meladeni ganda campuran Prancis, Lucas Mazur/Faustine Noel pada babak final yang berakhir dengan skor 23-21, 21-17.
    Minggu (5/9/2021) siang WIB.

    Pada pagi sebelumnya, Leani Ratri mempersembahkan medali perak dari cabang para-badminton tunggal putri SL4 Paralimpiade Tokyo 2020 setelah mengalami kekalahan di final dari pebulutangkis China Cheng He Fang dalam rubber game melelahkan dengan skor akhir 19-21, 21-17, 16-21.

    Sedangkan Sabtu (4/9/2021), Leani juga menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia itu di nomor ganda putri SL3-SU5 bersama Khalimatus Sadiyah

    Medali emas kedua dari cabor para bulutangkis sangat dramatis. Perburuan angka saat
    Hary/Leani bertanding versus pasangan Prancis Mazur/Noel berjalan sangat sengit. Pada set pertama saling mengejar, namun wakil Prancis berhasil memimpin 11-8 sampai interval.
    Hary/Leani perlahan bangkit hingga bisa menyamakan skor menjadi 16-16. Pada posisi ini, Mazur/Noel tak menyerah dengan terus menempel skor menjadi 19-19.

    Keuntungan besar didapat Hary/Leani saat bola pukulan lawan melebar hingga memimpin menjadi 20-19. Butuh satu poin lagi, Hary/Leani membuang kesempatan dan skor mampu disamakan menjadi 20-20.

    Mazur/Noel sempat memimpin 21-20, namun Hary/Leani tak menyerah hingga terus membuat setting menjadi 21-21. Set pertama pun berhasil direbut pasangan Indonesia dengan skor 23-21.

    Hary/Leani sempat lengah di awal set kedua, tapi berhasil memimpin dengan skor 4-2 setelah beberapa kesalahan pukulan dari Faustine Noel. Pertandingan kembali sengit secara perlahan, Mazur/Noel mampu mengimbangi menjadi 6-6.

    Hary/Leani semakin lari kencang di set kedua dengan memimpin 11-8. Mazur/Noel kemudian memangkas ketertinggalan menjadi 9-11 dengan memenangi rally panjang.

    Hary/Leani akhirnya berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia. Mereka menutup set kedua dengan skor 21-17.
    Ini menjadi emas kedua untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.

    Leani sang “Ratu Paralimpiade” Bulutangkis Indonesia menorehkan tinta emas dalam sejarah Kontingen Paralimpiade Indonesia, dengan prestasi membanggakan pada Paralimpiade Tokyo 2020.

    Bangsa dan negara Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi “Ratu Paralimpiade” Bulutangkis, juga atlet cabor para bulutangkis lainnya yang mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu. Juga atlet cabor lain yang meriah medali perak dan perunggu. 9 kali bendera Merah Putih dikibarkan dari peroleh medali emas, perak, dan perunggu.

    Dua kali lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dari cabor tepok bulu nomor ganda putri dan ganda campuran. Inilah kekuatan ganda bagi Indonesia di multievent sangat bergengsi ini.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan