Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMenguji Kemitraan PKS Kritik Konstruktif Pemprov Jatim
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Menguji Kemitraan PKS Kritik Konstruktif Pemprov Jatim

    Posisi sebagai partai penyeimbang dengan kontribusi sangat positif, sehat, dan profesional juga proporsional selama kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersedia menjadi mitra.

    Sebagaimana diberitakan, Kamis (19/8/2021) Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk terus meningkatkan kesadaran akan krisis (Sense Of Crisis) dan kesadaran akan kesigapan bertindak (Sense Of Urgency).

    Tentu saja permintaan itu karena posisi PKS Jatim secara nasional sebagai partai penyeimbang dan posisi di DPRD Jatim sebagai partner dalam menentukan arah kebijakan program dan keuangan Pemprov Jatim dalam APBD Jatim, setelah ditetapkan maupun sebelum proses penetapan.

    Oleh karena itu, jika PKS Jatim siap bermitra dengan meminta kesadaran pemerintah (eksekutif) melakukan beberapa langkah strategis, maka ke depan perlu menguji apakah kemitraan ini positif dan membawa perubahan kepada pengaruh sangat menguntungkan rakyat dan Pemprov Jatim atau sebaliknya.

    Mengapa? Memposisikan sebagai mitra dengan kondang sebagai partai penyeimbang, tentu saja ibarat “kusir” mengendalikan pedati dengan penuh kesabaran, baik ketika memberikan saran maupun masukan murni untuk sebuah perbaikan. Maupun menyampaikan kritik konstruktif sebagai bagian dari pengawasan.

    Oposisi dalam dunia politik berarti partai penentang di dewan perwakilan. Tetapi pada demokrasi keterwakilan dalam permusyawaratan falsafah Pancasila, maka posisi itu menjadi penyeimbang.

    Dan inilah menjadi rana ujian PKS. Apakah mampu melakukan dengan profesional dan mampu mendulang kepedulian suara politik dengan memperkiat keterbukaan informasi publik kepala masyarakat, terutama berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, atau sekedar memainkan pernyataan politik.

    Diketahui, PKS
    Jatim meminta Pemprov Jatim meningkatkan
    kesadaran akan krisis (Sense Of Crisis) dan kesadaran akan kesigapan bertindak (Sense Of Urgency).

    Hal itu disampaikan Irwan Setiawan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke 76.Pihaknya memandang perlu untuk menyampaikankarena angka dari data statistik per tanggal 17 Agustus 2021, kasus positif Covid-19 untuk Jatim masih menempati urutan ke-4 di Indonesia.

    Sejak outbreak 2 Maret 2021, jumlah kasus positif telah mencapai 358.029 ribu jiwa dan korban meninggal mencapai 25.342 jiwa. Bersyukur
    angka sembuh mencapai 302.561 jiwa.

    Sorotan lain Kuartal 1 tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Jatim juga terkontraksi 0.44 %. Akibat Pandemi Covid-19, jumlah pengangguran diperkirakan akan bertambah.

    Jumlah masyarakat miskin juga diproyeksikan akan bertambah. Banyak warga kita yang sudah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

    Mengukur dan menguji kemitraan pada partai penyeimbang dalam roda pemerintah daerah lebih banyak ditentukan kemampuan memenej komunikasi, publikasi, dan mengajak masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam kebijakan publik yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

    Semoga PKS Jatim mampu memberikan suri tauladan. Dengan kemampuan menyampaikan kritik konstruktif untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Jatim. Semoga!

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan