Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPPKM Jatim Turun Level, Butuh Uji Coba Kehidupan Normal Baru
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    PPKM Jatim Turun Level, Butuh Uji Coba Kehidupan Normal Baru

     

    Data Satuan Tugas Coronavirus Disease 2019 (Satgas Covid-19) terbaru, posisi beberapa daerah kabupaten/kota di Jatim turun level. Bahkan sudah ada satu daerah Level 2.

    Dengan tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) minimal 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak) dan vaksinasi, kehidupan normal baru sudah butuh diuji cobakan.

    Mengapa? Situasi dan kondisi masyarakat sudah pada titik nadir terendah untuk menerima kenyataan pahit pada masa pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, ketika level sudah menurun maka sebaiknya diberikan semangat baru dengan uji coba kehidupan normal baru di semua sektor.

    Tentu saja berlaku ketentuan sebagai syarat mutlak, vaksinasi dan Prokes 3M, masing-masing kabupaten/kota melakukan pendekatan dengan humanis, supaya tetap menjaga memutus mata rantai Covid-19, tetapi kehidupan untuk kesejahteraan, ketenteraman, dan kenyamanan terus didukung secara maksimal.

    Sebab, pada saat kehidupan sudah mencapai titik nadir terendah, maka inovasi dan kreativitas menyesuaikan masa pandemi harus diberi porsi lebih, guna memompa semangat masyarakat supaya segera bangkit untuk pulih.

    Diketahui, perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali hingga tanggal 16 Agustus 2021, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmedagri) Nomor 30 tahun 2021.

    Wilayah Provinsi Jawa Timur pelaksanaan perpanjangan ditindaklanjuti dengan adanya Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/450/KPTS/013/2021.
    Atas perpanjangan PPKM ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pemberlakuan PPKM terbukti efektif menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Jatim.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dinilai dari laju pertumbuhan kasus maupun kapasitas respon penanganan Covid-19 di Jatim. Dimana, berdasarkan data per 9 Agustus 2021, jumlah kabupaten/kota di Jatim yang berada PPKM level 4 yang awalnya 30 turun menjadi 18 daerah.

    Pemberlakuan PPKM berlevel di Jatim ini terbukti efektif. Saat ini masih tersisa 18 kabupaten/kota di Jatim yang masuk PPKM Level 4 dari yang sebelumnya 30.

    Gubernur Khofifah, mengharapkan masyarakat di Jatim bersedia dan bersabar menaati aturan, dan kembali bersabar sedikit lagi agar keadaan semakin kondusif dan terkendali.

    Dari 18 kabupaten/kota yang berada di level 4 saat ini yaitu Kab. Tulungagung, Kab Sidoarjo, Kab. Madiun, Kab. Gresik, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Batu. Kemudian, Kab. Trenggalek, Kab. Nganjuk, Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Bangkalan, Kabu. Lamongan, dan Kab. Mojokerto.

    Sementara yang berada di level 3 dari yang sebelumnya ada 8 kabupaten/kota saat meningkat menjadi 19 kabupaten/kota. Antara lain Kab. Pasuruan,Kab. Pamekasan, Kab. Pacitan, Kab. Kediri, Kab. Sumenep, Kab. Probolinggo, Kab. Tuban, Kab. Jember, Kab. Bojonegoro, Kab. Jombang, dan Kab. Ponorogo. Selanjutnya Kab. Blitar, Kab. Banyuwangi, Kab. Situbondo, Kab. Ngawi, Kab. Bondowoso, Kab. Magetan, Kota Probolinggo, dam Kota Pasuruan. Disamping itu, di Jatim terdapat 1 daerah yang saat ini berada di level 2, yaitu Kabupaten Sampang.

    Pelaksanaan PPKM berlevel ini juga berdampak signifikan pada penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian bed di rumah sakit. Utamanya untuk BOR isolasi rumah sakit maupun rumah sakit darurat serta rumah karantina telah berada di bawah standar WHO yaitu di bawah 60%.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Prov. Jatim, bila dibandingkan dengan awal PPKM 3 Juli hingga 9 Agustus 2021 kondisi BOR isolasi RS di Jatim turun dari 81% menjadi 59%.

    Kemudian, untuk BOR RS Darurat dari 69% menjadi 49% atau turun 20%, dan BOR rumah isolasi turun menjadi 38% dari yang sebelumnya 50%. Sedangkan untuk ICU penurunan BORnya dari sebelumnya 78% menjadi 73%.

    Penurunan PPKM Level di Jatim, tidak lepas dari keterlibatan
    berbagai pihak telah ikut aktif baik Forkopimda Jatim, Pemkab/Pemko, Perguruan Tinggi, serta berbagai elemen masyarakat.

    Jika pemerintah pusat sudah membuka Mall di 4 kota besar walaupun masih level 4, maka Pemprov Jatim perlu melakukan terobosan untuk membuka tempat usaha strategis, terutama untuk UMKM, supaya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serta sektor lain yang melibatkan khalayak ramai, segera pulih walaupun dengan model uji coba dan pembatasan sesuai Prokes.

    Semoga penurunan PPKM level di Jatim membawa dampak positif, segera membangkitkan kehidupan masyarakat dengan budaya normal baru juga menjaga Prokes dengan 5M, yaitu 2M sebagai penguatan mencegah kerumunan dan membatasi kegiatan masyarakat dengan lebih banyak di rumah jika tidak sangat krusial atau sangat penting.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan