Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaEri: Warga yang Masih Menolak Rumah Sehat Bisa Memahami Manfaatnya

    Eri: Warga yang Masih Menolak Rumah Sehat Bisa Memahami Manfaatnya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mulai mengoperasionalkan rumah sehat yang berada di masing-masing kelurahan. Kepada warga yang masih menolak, diharapkan dapat memahami manfaatnya.

    Pembukaan Rumah Sehat ini dilakukan secara simbolis dalam apel bersama yang berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (28/7/2021).

    Apel kali ini, turut dihadiri Lurah, Camat, beserta Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Surabaya. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, Relawan Surabaya Memanggil hingga Tokoh Masyarakat.

    Dalam kesempatan itu, Eri juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa beras, masker, dan oximeter kepada Camat untuk kemudian disalurkan ke setiap Rumah Sehat yang ada di wilayahnya masing-masing.

    Eri menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran Pemkot Surabaya terutama Camat, Lurah dan juga seluruh warga Kota Pahlawan. Karena, berkat kerja keras mereka, Rumah Sehat di setiap kelurahan Surabaya dapat berdiri.



    Baca juga :  Armuji Tinjau Penyaluran JPS Klampis Ngasem dan Pacar Keling

    Usai apel, Eri beserta jajaran Forkopimda Surabaya kemudian meninjau salah satu Rumah Sehat yang berada di Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng.

    Di sana, ia melihat langsung kesiapan sarana prasarana yang tersedia di Rumah Sehat tersebut. Sejak hari Rabu (28/7/2021), Rumah Sehat ini sudah mulai beroperasi dan bisa digunakan warga untuk isolasi mandiri.

    “Pendirian Rumah Sehat di setiap kelurahan ini bertujuan untuk melindungi warga di masing-masing kelurahan dari penularan Covid-19,” ujarnya.

    Ia mencontohkan, ketika di satu kampung terdapat warga yang terpapar Covid-19 dan tidak bergejala, maka bisa diarahkan ke Rumah Sehat untuk isolasi mandiri.

    Sedangkan untuk warga yang memiliki gejala sedang, akan dirawat ke Hotel Asrama Haji (HAH).

    Baca juga :  Pemkot, Kemenag, dan PA Kolaborasi ‘Lontong Kupang’

    Sementara itu, bagi warga yang memiliki gejala berat, akan langsung dirawat di rumah sakit, baik itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun Rumah Sakit Darurat.

    “Ini bukan tempatnya ambulans, bukan. Bukan tempatnya yang sakit, bukan. Tapi ketika di kampungnya ini ada yang terpapar Covid-19, namun tidak memiliki gejala bisa diajak ke rumah sehat. Sehingga warga sekitar kampung bisa aman,” terangnya.

    Eri menjelaskan, dengan adanya Rumah Sehat di setiap kelurahan, maka pemkot dapat segera memisahkan dan memberi penanganan kepada warga yang terpapar Covid-19. Sehingga penularan Covid-19 di kampung tersebut dapat dicegah.

    “Kita bisa kontrol, bisa kita berikan obat biar cepat sehatnya. Sehingga warga sekitar kampung ini akan menjadi aman,” ujarnya.

    Baca juga :  Wali Kota Ajak Konjen AS Kembangkan Startup Digital di Surabaya

    Eri menyatakan, saat ini sudah sekitar 140 kelurahan yang mempunyai Rumah Sehat di Kota Surabaya. Namun, Rumah Sehat ini hanya dikhususkan bagi warga di wilayah tersebut yang terpapar Covid-19.

    Karenanya, pihaknya berharap kepada warga yang masih menolak adanya rumah sehat agar dapat memahami manfaat dari tempat isolasi terpusat (isoter) tersebut.

    “Saya yakin dengan kerendahan hati, warga Surabaya pasti akan berjuang bersama untuk kepentingan kelurahannya masing-masing,” tuturnya. **

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan