Selasa, 3 Agustus 2021
30 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPON Papua Tetap Jalan, Olimpiade Tokyo Tinggal Digelar

    PON Papua Tetap Jalan, Olimpiade Tokyo Tinggal Digelar

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Perkembangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) belum terkendali dengan baik, bahkan cenderung naik berbagai simpul kehidupan sangat terpengaruh. Demikian juga kegiatan olahraga.

    Salah satu simpul kehidupan masyarakat, juga menjadi tontonan juga hiburan sangat merakyat dari kalangan pejabat hingga rakyat tidak berpangkat ialah sepakbola. Di Indonesia sudah diumumkan rencanakan menggulirkan kompetisi Liga 1 tertunda lagi.

    Tentu saja sangat berbeda dengan pergelaran multivent seperti Olimpiade Tokyo 2020 dan PON Papua 2020, setelah sama-sama tertunda akibat pandemi Covid-19. Bahkan Olimpiade Tokyo dengan seruan warga Jepang tidak keluar rumah dan menyaksikan pertandingan atau perlombaan di rumah dengan menonton televisi tinggal digelar.

    Pergelaran olahraga se Jagad, Olimpiade Tokyo, Kontingen Indonesia berangkat dengan kekuatan terdiri dari 28 atlet dan 17 ofisial.

    Olimpiade Tokyo sendiri akan berlangsung pada tanggal 23 Juli – 10 Agustus 2021, dari 33 cabang olahraga yang dipertandingkan, Indonesia akan mengikuti 8 cabang olahraga antara lain Atletik, Panahan, Rowing (Dayung), Menembak, Bulu Tangkis, Angkat Besi, Renang dan Selancar.

    Baca juga :  Semangat Kibarkan Merah Putih, Semangat Kalahkan Covid-19

    Perhelatan Pekan Olahraha Nasional (PON) Papua 2020, pada 2-15 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk tetap melanjutkan sesuai rencana meski pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali.

    Selasa (13/7/2021) Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, dalam keterangan pers usai rapat terbatas
    mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan matang. Setelah mendengar laporan Gubenur Papua dan Ketua Umum KONI.

    Sebagimana diketahui seperti Olimpiade Tokyo, PON Papua juga sudah ditunda dari jadwal semula yang seharusnya dilaksanakan pada tahun lalu.
    Menpora menyebut, jika PON XX kembali ditunda di tahun ini, maka dikhawatirkan persiapan PON-PON di tahun-tahun berikutnya akan terganggu.

    Meski begitu, Menpora mengaku bahwa pemerintah tetap memprioritaskan penanganan pandemi COVID-19. Berbagai upaya dilaksanakan pemerintah demi menekan laju lonjakan kasus Covid-19.

    Baca juga :  Merah Putih Berkibar, Indonesia Raya Bergetar, di Olimpiade Tokyo

    Selain itu, Menpora menegaskan bahwa
    persiapan prasarana PON Papua sudah mencapai 90 persen. Pemerintah setahap lagi masuk dalam persiapan akhir, berupa pengisian peralatan di lokasi pertandingan serta penginapan atlet dan pelatih.

    PON Papua akan diikuti sekitar 6.400 atlet yang tersebar di 37 cabang olahraga. Pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat pada gelaran PON Papua.

    Sedangkan pelaksanaan pertandingan, masih akan diputuskan pada bulan September apakah tanpa penonton atau menggunakan penonton terbatas.

    Diketahui, berdasarkan data pemerintah, pada Senin (12/07/21) pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 40.427 kasus baru COVID-19 dalam kurun waktu 24 jam.
    Angka ini merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak awal pandemi. Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 2.567.630 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

    Baca juga :  Ketua Golkar Jatim “Menggugat”

    Keputusan PON XX Papua terus berjalan atau berlanjut sesuai rencana sudah tepat. Bahkan jika perlu bebagai kekuatan bangsa dan negara dikerahkan untuk menjaga dan mensukseskan multievent olahraga nasional itu.

    PON XX Papua bukan sekedar pergelaran olahraga, tetapi pada masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak tantangan di depan mata wajib dilawan secara bersama-sama, bersatu padu, mewujudkan olahraga sebagai “soko guru” berbagai pilar kehidupan. InsyaAllah Indonesia tetap maju dan dengan pola kehidupan bermutu.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan