Selasa, 3 Agustus 2021
30 C
Surabaya
More
    OpiniTajukIstighotsah dan Shalawat Burdah Mujarab dalam Keadaan Darurat

    Istighotsah dan Shalawat Burdah Mujarab dalam Keadaan Darurat

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Himbauan sejumlah ulama termasuk kegiatan Menteri Agama RI dan Pemerintah melalui hening dalam doa bersama, patut menjadi renungan mendalam dan melakukan bersama-sama dengan ikhlas, sabar dan tetap bersyukur dengan berbagai keadaan saat ini.

    Mendukung kegiatan doa bersama, Ketua DPW PKS Jawa Timur Iwan Setiawan meminta agar simpatisan partai di mana saja, menggelar istighotsah agar mendapat perlindungan dari Allah SWT selama masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

    Melakukan doa bersama setelah berbagai upaya medis dan non media sudah dilakukan sangat penting. Apalagi perkembangan kasus terinfeksi positif Covid-19 semakin meningkat secara signifikan. Bahkan hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa sudah masuk level assesmen 4 dan 3, masuk katagori membahayakan. Sehingga diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali 3-20 Juli 2021.

    Sabtu (10/7/2021) Menteri Agama RI, memgajak seluruh warga negara berdoa 60 detik pada pukul 10:07 WIB, Irwan atas nama PKS Jatimd memohon simpatisan istighotsah agar selalu mendekatkan diri kepada Alah SWT, sehingga akan mampu menjaga masyarakat Jatim dan bangsa Indonesia pada umumnya diberi kekuatan, kesabaran, dan kebaikan.

    Baca juga :  Ketua Golkar Jatim “Menggugat”

    Istighotsah adalah doa bersama yang bertujuan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT dalam keadaan sukar atau masa sulit atau suasana pandemi, tetapi juga dapat dilakukan untuk mensukseskan sesuai hajatan.

    Istighotsah di Indonesia mulai dilakukan kali pertama sekitar abad 13-15 ketika Raden Rahmat Sunan Ampel, di mushola kecil kawasan Ampel pada saat berdakwa dengan mendirikan pondok pesantren kecil. Namun suatu hari mendapat tekanan dari pasukan Mojopahit dengan melakukan pengepungan.

    Istighotsah kali pertama dilakukan saat peristiwa Perang Badar bahwa Nabi Muhammad SAW mengajak pasukan dengan jumlah terbatas melakukan istighosah, maka Sunan Ampel melakukan hal yang sama dengan bacaan juga hampir sama.

    Diketahui Perang Badar Allah SWT menurunkan keajaiban dimana pasukan Islam dengan jumlah kecil mendapat kemenangan tanpa merasa menang. Demikian pula Sunan Ampel bersama 7 santri setelah Istighotsah diberi kemenangan tanpa merasa menang.

    Baca juga :  Merah Putih Berkibar, Indonesia Raya Bergetar, di Olimpiade Tokyo

    Istighotsah pada perkembangannya banyak diberikan tambahan kumpulan doa, supaya lebih memantapkan umat dalam memohon kepada Allah SWT.

    Khusus menghadapi masa pandemi atau wabah penyakit dengan tingkat penularan dan kematian sangat mencekam, para ulama juga mempopulerkan membaca shalawat burdah.

    Kebiasaan setiap ada wabah atau pandemi dengan membaca shalawat burdah di kampung-kampung kawasan muslim atau kampung kuno, dengan meyakini bahwa membaca shalawat burdah seperti Syech Al Bushiri ketika selesai menulis syair-syair burdah, dijumpai Rasulullah dan diberikan selimut dari jubah Nabi, kemudian sembuh dari sakit lumpuh total selama bertahun-tahun.

    Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari salah satu pendiri Nahdaltul Ulama juga menyerukan setiap ada wabah penyakit dengan tanda-tanda infeksi menyerang tenggorokan hingga mengakibatkan suhu badan panas, memberikan fatwa melakukan doa dengan mengirim tawassul surat Al Fatihah dan shalawat kepada Nabi Muhammad, Khalifah Ali bin Abi Thalib, Fatimah Az Zahroh, Sayidina Hasan dan Husien (sebagai lima pilar tawassul)

    Baca juga :  Semangat Kibarkan Merah Putih, Semangat Kalahkan Covid-19

    Bacaan burdah, lima pilar tawassul, doa-doa dalam istighotsah dengan pengabdian secara total kepada Allah SWT semata dan memohon pertolongan Allah SWT. InsyaAllah pandemi segera berhenti.

    Istighotsah dengan membaca shalawat burdah, membaca lima pilar tawassul, membaca doa perang badar zaman Rasulullah SAW, InsyaAllah menjadi obat mujarab dalam mengatasi keadaan darurat, pada masa PPKM Darurat saat ini.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan