Minggu, 1 Agustus 2021
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoPerempuan Tewas Diteras Pertokoan Jalan Mojopahit Mojokerto

    Perempuan Tewas Diteras Pertokoan Jalan Mojopahit Mojokerto

    Mojokerto (WartaTransparansi.com) – Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di teras pertokoan Jalan Mojopahit, masuk Kelurahan Mentikan, Kecamatan Pralon, Kota Mojokerto. Diduga perempuan tersebut kelelahan dan kurang sehat. Kemudian lemas sebelum sampai tujuannya di stasiun Kereta Api Mojokerto, Jumat, (9/7/2021).

    Keterangan dari lokasi kejadian, sebelumnya perempuan itu berjalan sempoyongan ke arah selatan jalan Mojopahit menuju Stasiun KA. Kemudian bertemu dengan Dedy (47), warga Blitar yang juga sedang berjalan kaki dari Pasar Kliwon, Jalan Mojopahit menuju stasiun KA, setelah sambang  saudaranya di Kota Mojokerto. “Saat saya berjalan menuju Stasiun KA, sempat mendahului perempuan tersebut, karena jalannya sempoyongan, saya berjalan lambat dan bertanya pada perempuan tersebut,” terang Dedy.

    “Mau ke Mbak …. ? Tanya Dedy! Kemudan perempuan berkulit putih itu sempat menjawabnya: Mau ke stasiun Pak. Naik kereta menuju Blitar …!.” Jawab perempuan tersebut singkat.

    Dedy mencoba bertanya lebih banyak arah tujuannya dan dari mana, namun perempuan tersebut terlihat lemas dan tak kuat lagi menjawab dengan tegas. Melihat kondisi perempuan yang lemas dan sempoyongan hendak ambruk, kemudian duduk di teras emperan toko. Kemudian Dedy memanggil tukang  becak yang mangkal tidak jauh dari lokasi. Setelah tukang becak menghampiri, perempuan tersebut dinaikan dibantu Dedy dan duduk di bangku becak.

    Karena kondisinya semakin lemah, akhirnya tukang becak menurunkan lagi perempuan tersebut, agar istirahat dulu sebentar untuk memulihkan kondisinya yang kelihatan capek. “Sempat naik becak, saya turunkan lagi, alasannya hendak istirahat dulu. Duduk-duduk diteras karena tidak kuat,”Jelas tukang becak dan Dedi.

    Dedi mengaku tidak mengenal perempuan tersebut. Namun, sempat mengatakan kepadanya kalau berasal dari Blitar hendak pulang naik kereta. Menurut Dedi, perempuan tersebut berjalan kaki sendirian. Saya tidak kenal.  Namun ia sempat bilang orang Blitar. “Keretanya kan berangkat sekitar pukul 06.00 atau 07.20. Mengetahui perempuan itu tidak sanggup berjalan sampai stasiun KA, karena kondisinya tidak kuat akhirnya saya panggilkan becak,” ungkapnya.

    Setelah mengetahu kondisi perempuan yang mengaku tidak kuat kemudian memilih istirahat duduk di teras pertokoan, Dedi memberitahu saudaranya yang ada di sekitar situ lokasi. Karena hari masih pagi, tidak ada warga atau saudara yang merespons.

    Bersamaan, tukang becak juga mencari bantuan ke arah lain tentang kondisi perempuan tersebut. Kemudian ada warga yang melaporkan ke kantor polisi. “Saat saya hendak balik melihat kondisi perempuan tersebut,  sudah ada petugas polisi yang menanganinya. Dan saya kaget ketika dikabarkan perempuan tersebut sudah meninggal,” jelas Dedi.

    Setelah petugas kepolisian dari Polsek Prajurit Kulon, Tim Inafis Polres Mojokerto mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi. Kemudian korban, dievakuasi oleh petugas PMI Kota Mojokerto bersama relawan ke Rumah Sakit Umum Daerah Wahidin Sudiro Husodo menggunakan ambulans.

    Kapolsek Prajurit Kulon, AKP Sulkan yang juga turut mendatangi lokasi masih belum bisa  memberikan keterangan identitas korban maupun penyebab kematiannya. “Saya akan lakukan identifikasi dulu dan melihat hasil dari rumah sakit, baru melangkat mencari identidas korban dan penyebab kematiannya,” jelas Kapolsek singkat. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan