Sabtu, 31 Juli 2021
34 C
Surabaya
More
    OpiniTajukGerindra Usulkan RS Darurat, Golkar Bantu APD dan Sembako

    Gerindra Usulkan RS Darurat, Golkar Bantu APD dan Sembako

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Partai Politik Lebih Baik Bantu Masyarakat Beri Kepastian, dan Kontrol Pelaksanaan Penanganan dan Pengendalian Covid-19

    Jungkir balik penanganan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) karena di perkotaan seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Jogjakarta dan sejumlah daerah tiba-tiba kasus melambung tinggi.

    Daerah-daerah penyanggah dan kabupaten seperti Sidoarjo, Bekasi, Bogor, Gresik, Malang, Ngawi, Ponorogo, Bangkalan mengalami peningkatan kasus hingga status wilayah menjadi zona merah dan zona oranye (mengkhawatirkan karena rumah sakit penuh dan lain-lain).

    Menghadapi berbagai persoalan kebangsaan dan kenegaraan campur aduk karena perkembangan peningkatan Covid-19 dengan varian baru virus delta, benar-benar mengagetkan dan membuat suasana berubah kembali seperti masa (Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Bahkan sejumlah pengamat dan pakar kesehatan, juga tokoh masyarakat, menganjurkan mengubah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro (PPKM Mikro) menjadi PSBB seperti dulu.

    Tentu saja konsekuensi PSBB kalau diberlakukan kembali ekonomi akan mengalami “kelumpuhan” karena lebih ketat dan sudah tidak adalagi aktifitas atau kegiatan apapun.

    Baca juga :  Ketua Golkar Jatim “Menggugat”

    Sementara dengan PPKM Mikro sebagai uji coba melakukan kegiatan perdagangan dan bisnis, sesuai dengan status zona (merah, oranye, kuning, dan hijau) di wilayah masing-masing.

    Bahkan kegiatan pembelajaran daring (dalam jaringan) dapat dipadukan bersama luring (luar jaringan). Dan tidak tertutup kemungkinan pembelajaran tatap muka (PTM).

    Pro kontra berbagai persoalan belum mampu diselesaikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengusulkan pemerintah segera membuat rumah sakit darurat untuk pasien penderita Covid-19. Dengan pertimbangan di beberapa daerah BOR rumah sakit sudah melebihi kapasitas.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, meminta pemerintah memprioritaskan membuka RS darurat karena peningkatan jumlah kasus terinfeksi positif Covid-19 di beberapa daerah terus meningkat signifikan.

    Bahkan menyaran kompleks olahraga dan gedung pemerintah untuk kegiatan pelatihan-pelatihan diubah fungsi menjadi RS darurat. Sebab RS yang ada saat ini termasuk Wisma Atlet pasien sudah antre. Bahkan menginap di luar gedung perawatan.

    Baca juga :  Pandemi Covid-19 Marah dan Parah, Umat Bacakan Doa Shalawat Burdah

    Hanya saja, kendala utama RS darurat ialah tenaga medis (dokter dan perawatan dengan kompetensi memenuhi syarat) tidak mudah, sehingga andai kata mampu membuat RS darurat maka petugas kesehatan pun semi darurat.

    Tetapi dengan situasi dan kondisi darurat, mungkin masih lebih baik daripada dirawat di luar gedung. Apalagi dengan tempat dan peralatan juga darurat.

    Sementara di Bangkalan Partai Golkar memberi bantuan alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis, masker medis 500, masker jenis AH 15.000. Ficeshiel 320 dan peralatan lain, juga sembako dari Sahat Tua Simanjuntak dan Kodrat Sunyoto serta kader Golkar lainnya, bagi warga yang sangat membutuhkan dalam keadaan terpapar Covid-19.

    Rombongan Golkar Jatim selain M. Sarmuji ialah Blegur Prijanggono (bendahara), Hery Sugihono (Wakabid Organisasi), Erick R Tahalele (Wakabid Bencana), Pranaya Yudha (Ketua AMPI Jatim), Arifan Wibisono. Sedangkan Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron didampingi Sekkab dan Kadinsos.

    Baca juga :  Penguatan Kekebalan Masyarakat Relawan PMI Jatim Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Ikhtiar Partai Gerindra dan Partai Golkar dalam membantu penyelesaian Covid-19, merupakan bukti nyata bahwa masih ada perhatian dari partai politik.

    Oleh karena itu, supaya lebih profesional dan proporsional, sebaiknya partai politik memainkan peran kontrol lebih jauh untuk mengawasi Covid-19 dari berbagai sudut pandang yang dapat membantu menenangkan kepanikan masyarakat.

    Juga dengan akal sehat serta perhitungan secara tepat melalui focus Group discussion (FGD) dengan para pakar ahli permasalahan ini dari keilmuan apa saja, untuk memberikan kepastian penanganan dan pengendalian Covid-19.

    Mengapa sangat dibutuhkan kepastian? Sudah hampir 16 bulan Covid-19 menyebar dan menebar di seluruh negeri. Bahkan semakin mengerikan. Tetapi semakin hari semakin tidak pasti. PPKM Mikro sebagai ikhtiar kehidupan normal baru dievaluasi belum sempurna.

    Mari bersama-sama dengan sungguh-sungguh melawan Corona tanpa harus saling menyalakan. Tetapi paling penting memberikan kepastian dan langkah-langkah konkret penyelamatan jiwa, kesehatan, kesejahteraan, juga kenormalan ekonomi menuju pemulihan ekonomi nasional.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan