Sabtu, 31 Juli 2021
34 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWaspada! Covid Surabaya Naik, Pemkot Tambah 2 Gedung Isolasi

    Waspada! Covid Surabaya Naik, Pemkot Tambah 2 Gedung Isolasi

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kasus Covid-19 di Kota Surabaya mengalami tren kenaikan akhir-akhir ini. Berdasarkan data dari lawancovid-19.surabaya.go.id pertanggal 26 Juni 2021, sebanyak 451 warga terkonfirmasi positif dan saat ini menjalani perawatan.

    Melihat kindiai itu, memaksa Pemerintah Kota Surabaya untuk menambah dua gedung isolasi di Hotel Asrama Hari (HAH).

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap warga yang tanpa gejala atau OTG, seperti tidak sesak nafas dan tidak ada keluhan lainnya, bisa dirawat di Asrama Haji. Dengan begitu, yang dirawat di rumah sakit adalah mereka-mereka yang memang benar-benar membutuhkan.

    “Ada tambahan 2 gedung, kapasitasnya sekitar 160-200 an. Kalau di IGD masih banyak yang antre, tidak bisa masuk RS, makanya yang OTG bisa di Asrama Haji. Yang di RS kalau membaik, langsung pindah ke Asrama Haji,” kata Eri, Minggu (27/6/2021).

    Baca juga :  Warga Surabaya Terdampak C19 dapat Bantuan Beras 5 Kg

    Menurutnya, warga Surabaya harus tau bahwa orang yang dirawat dan isolasi di Hotel Asrama Haji sudah sangat banyak, dan sampai hari ini pukul 13.00 WIB, jumlah total yang ada di Asrama Haji sudah mencapai 480 orang.

    “Walaupun ini OTG, tapi ini perlu diwaspadai betul. Insya Allah yang ada di Asrama Haji cepat sembuh, karena OTG 3-4 hari sudah sembuh ya. Di RS butuh waktu lama mungkin,” tambahnya.

    Apalagi, lanjut dia, di Asrama Haji itu ada olahraga dan senamnya, ada sholat berjamaah dan tausyiahnya, sehingga imunnya terus didorong naik.

    “Kalau kena Covid-19 terus bahagia batinnya, insyallah imunnya cepat meningkat dan insyallah cepat sembuh,” ujarnya.

    Baca juga :  Surabaya Kota Layak Anak 2021, Penghargaan Keempat Kategori Utama

    Di samping itu, ia juga berharap kepada warga Kota Surabaya terus meningkatkan kewaspadaannya. Bahkan, ia meminta apabila ada warga yang sudah merasa tidak nyaman dengan badannya karena mungkin kena Covid-19, walaupun belum sesak nafas atau belum dites swab, ia meminta untuk segera periksa.

    “Tolong segera periksa, tolong selamatkan orang tua, anak istri dan keluarga njenengan semuanya. Ayo masuk Asrama Haji kalau memang sudah OTG,” harapnya.

    Eri juga menjelaskan bahwa saat ini kasus Covid-19 banyak ditemukan dari satu keluarga. Bukan hanya satu anggota keluarga saja, melainkan pada semua orang yang tinggal dalam satu atap.

    “Ada orang biasanya bilang “wis gapapa aku kumpul keluarga”. Saya ini kalau ada orang yang kena Covid-19 tapi masih pengen di rumah, kan kasihan orang tua, keluarga dan istrinya. Ini dijaga. Betapa menyesalnya nanti ketika kita menularkan ke orang yang kita cintai. Di Surabaya ini sekarang satu keluarga yang kena, kalau dulu ibunya saja atau bapaknya saja, tapi kalau sekarang dengan varian baru beda,” tegasnya.

    Baca juga :  Ketua DPRD Jatim Minta Khofifah segera Isi OPD Kosong

    Memastikan bahwa dia bersama jajaran Pemkot Surabaya akan terus berjuang untuk melawan Covid-19 di Kota Pahlawan ini. Bahkan, ia juga mengaku masih memikirkan untuk membuat ruang isolasi lapangan, misalnya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) atau tempat lainnya. Namun, ini masih terus dikaji oleh jajaran Pemkot Surabaya.

    “Yang pasti, saya dan jajaran Pemkot Surabaya akan berjuang habis-habisan, yang penting warga Surabaya sehat,” tegasnya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan