Selasa, 3 Agustus 2021
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanHasil Swab PCR Keluar, 21 Warga Dayurejo Dikarantina

    Hasil Swab PCR Keluar, 21 Warga Dayurejo Dikarantina

    PASURUAN (Warta Transparansi.com) – Sebanyak 21 warga Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen dinyatakan Positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR yang laksanakan petugas medis.

    Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, setelah hasil swab PCR dinyatakan positif, seluruh warga tersebut dikarantina di BLK Rejoso hingga 10-14 hari ke depan.

    Selama dikarantina, kedua puluh satu warga diberi obat penunjang, multivitamin, makan 3X sehari dan minuman probiotik.

    “Hari ini sudah keluar hasilnya, dan berdasarkan swab PCR, kedua puluh satu warga dinyatakan Positif Covid-19. Mereka kami tempatkan di BLK Rejoso untuk dikarantina,” kata Anang, di sela-sela kesibukannya, Kamis sore (24/06/2021) melalui sambungan telepon selularnya.

    Begitu puluhan warga bertatus pasien Covid-19, Satgas langsung menetapkan dua RT di Desa tersebut sebagai RT Zona Merah Covid-19. Sehingga seluruh kegiatan yang menghadirkan banyak orang seperti pengajian, yasinan, hajatan, arisan atau kegiatan lain, tidak diperbolehkan alias dilarang sampai dua minggu ke depan.

    Baca juga :  Gedung Sekolah Dijadikan Isoter, Dewan Panggil Pihak Terkait

    “Zona merah itu ketentuannya apabila dalam 1 RT lebih dari 5 rumah yang ada kasus positif Covid-19. Dengan begitu, tidak boleh ada kegiatan apapun atau berhenti kegiatan. Sesuai kebijakan, jam 8 malam semua warga masuk rumah dan tidak boleh menerima tamu keluar masuk RT itu,” ungkapnya.

    Perihal tata cara takziah, Anang pun meminta warga agar memahami serta melaksanakan aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Yakni dengan memakai masker pada saat tahlilan atau takziah, menjaga jarak aman, mencuci tangan sebelum masuk ke tempat acara, dan sebaiknya melaksanakan di tempat yang berbeda atau tidak berada di dalam rumah almarhum.

    “Kalau bisa dilaksanakan di musholla terdekat atau tempat yang sekiranya luas dan membuat orang tidak berdempatan. Banyak yang tahlil gak pakai masker, tidak nmenjaga jarak dll. Sudahlah, virus ini nyata. Kalau sudah terpapar baru bisa bilang dan sadar,” tutupnya.

    Baca juga :  Tolak Isoter, Wali Murid SMPN 2 Bangil Ajukan Audensi Ke DPRD Kab.Pasuruan

    Sementara itu, untuk semakin bisa menekan penyebaran Covid-19 melalui klaster takziah atau ziarah seperti yang terjadi di Kota Pasuruan, Bupati Irsyad Yusuf meminta Satgas Desa/Kepala Desa untuk melarang apapun jenis kegiatan yang mengarah pada ziarah dengan menggunakan armada keberangkatan seperti bus, travel dan sejenisnya.

    Terlebih kegiatan tersebut dilakukan di luar daerah yang status wilayahnya Merah atau bahkan Zona Hitam Covid-19.

    “Sesuai Surat Edaran yang disampaikan Pak Bupati sebagai Ketua Satgas, Satgas Desa diminta untuk melarang apapun kegiatan keluar yang dilakukan dengan jumlah banyak dan membawa kendaraan besar seperti bus travel dan sejenisnya. Ini demi kebaikan bersama,” tutupnya.

    Seperti diketahui,. Kasus positif Covid-19 dari klaster layatan (takziah) muncul di Kabupaten Pasuruan. Munculnya klaster ini berawal dari salah satu perempuan berusia 51 tahun asal Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen yang meninggal dunia dengan status Positif Covid-19 pada Senin lalu (21/06/2021).

    Baca juga :  Warga Dan Wali Murid Tolak SMPN 2 Bangil Jadi Isoter Pasien Covid-19

    Tak lama kemudian petugas dari Gugus Tugas penanganan covid-19 langsung melakukan tracing pada para tetangga korban.(em/hen).

    Reporter : Henry Sulfianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan