Selasa, 21 September 2021
26 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanHukumKPK Segera Panggil Azis Syamsudin

    KPK Segera Panggil Azis Syamsudin

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI yang diduga memberikan uang untuk eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKP Stepanus Robin Pattuju, sebesar Rp3,15 miliar, akan segera diperiksa.

    KPK akan segera memanggil Azis Syamsuddin. Azis akan diperiksa terkait dugaan pemberian uang kepada mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

    Dalam sidang kode etik Robin oleh Dewas KPK pada 31 Mei 2021, Azis diduga memberikan Robin uang Rp 3,15 miliar terkait perkara Lampung Tengah.

    “Pemanggilan terhadap saksi Azis Syamsuddin juga akan segera dilakukan. Mengenai waktunya kami pastikan akan kami informasikan,” ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (2/6/2021).

    Sebelumnya, pada April lalu (22/4/2021) Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Aziz Syamsuddin merupakan aktor yang mempertemukan penyidik KPK dari unsur Polri Stefanus Robin Pettuju dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

    Stefanus dan Syahrial kini sudah ditetapkan tersangka kasus dugaan suap oleh KPK. Stefanus mendapatkan uang Rp1,3 miliar agar dapat menutup kasus korupsi Syahrial yang tengah ditangani KPK.

    Selain Syahrial dan Stefanus, KPK juga menetapkan seorang pengacara bernama Maskur Husein jadi tersangka. Firli membeberkan kontruksi kasus, pada awal Oktober 2020, Stefanus ternyata melakukan pertemuan dengan Syahrial dan Aziz Syamsuddin.

    “SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas AZ (Aziz Syamsudin) Wakil Ketua DPR RI di Jakarta Selatan,” kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Dalam pertemuan itu, kata Filri, tujuan Aziz Syamsuddin agar Stefanus dapat membantu Syahrial supaya kasus yang tengah diusut KPK di Tanjungbalai dihentikan.

    Lebih lanjut, kata Firli, hingga akhirnya Stefanus mau membantu Syahrial yang tersangkut kasus korupsi di Tanjingbalai oleh KPK. Stefanus meminta imbalannya, yaitu uang Rp1,3 miliar yang diterimanya.

    Stepanus Robin Pattuju sendiri, dalam sidang Dewan Pengawas (Dewas) KPK (31/6/2021), telah dipecat dengan tidak hormat. Robin terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

    Ali Fikri menegaskan, meski sudah dipecat, namun proses hukum terhadap Robin akan tetap dilanjutkan dan dikembangkan.

    “Sebagai bentuk komitmen KPK atas prinsip zero tolerance terhadap insan KPK yang diduga melakukan pelanggaran etik maka disamping dilakukan sidang etik terhadap tersangka (Robin), proses hukum dugaan pidananya tetap berlanjut diselesaikan oleh KPK,” tandasnya.

    Ali menyebut, saat ini, tim penyidik mengumpulkan bukti-bukti dan mengembangkan lebih lanjut informasi dan fakta yang telah diperoleh dari hasil penyidikan. Termasuk tentu juga informasi dan data dari hasil pemeriksaan majelis etik.

    “Terkait jumlah uang yang diduga diterima tersangka Robin akan dikembangkan lebih lanjut pada proses penyidikan perkaranya yang saat ini masih terus dilakukan,” ujarnya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan