Senin, 21 Juni 2021
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPenghuni Rusun Terancam Diusir Jika tak Mau Divaksin

    Penghuni Rusun Terancam Diusir Jika tak Mau Divaksin

    * 5 Juni Vaksinasi Massal Sasar 18 Rusunawa

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemkot Surabaya mengancam penghuni rusun akan diusir. Ancaman itu berlaku bagi mereka yang menolak divaksin atau swab.

    Rencananya, pada 5 Juni nanti, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar vaksinasi missal tahap ketiga. Vaksinasi menyasar sekitar 10.190 penghuni di 18 rusunawa Surabaya.

    “Jadi nanti sekitar tanggal 5 Juni mereka (penghuni rusun) kita lakukan vaksin missal. Seluruh penghuni rusun. Ini vaksinasi tahap tiga,” kata Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita, Selasa (1/6/2021).

    Menurutnya, sesuai arahan dari Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya, penghuni yang tak mau divaksin akan ditindak.

    “Penghuni kalau tidak mau swab, tidak mau vaksin, mereka tidak boleh tinggal di rusun. Ini afrahan Kepala DPBT,” jelasnya.

    Baca juga :  Temui Bupati, Eri Cahyadi Bantu Penanganan Covid-19 Bangkalan

    Vaksinasi bagi para penghuni rusun, lanjutnya,  penting dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19. Apalagi, setiap kamar di rusunawa jaraknya dekat dan dihuni banyak orang.

    “Banyak orang dan rapat sekali ruangan-ruangannya. Sehingga memang wajib vaksin untuk menghindari (Covid-19),” katanya.

    Di samping para penghuni rusun atau masyarakat umum, vaksinasi pada tahap ketiga ini juga menyasar beberapa kelompok masyarakat. Seperti Disabilitas, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

    Sedangkan untuk SDM pendidikan jenjang SD dan SMP di Surabaya, vaksinasi sudah mencapai 100 persen. “Nah, pada tahap tiga ini, kita juga sisir dari MBR, Disabilitas sama ODGJ,” terang Febria.

    Sebelumnya, pasca Lebaran 2021, pemkot juga menggelar swab massal bagi seluruh warga penghuni di 18 rusunawa Surabaya. Dari total 10.240 jumlah penghuni rusun yang mengikuti swab, sekitar 50 orang dinyatakan positif.

    Baca juga :  Dishub Surabaya Terapkan Bayar Parkir dengan Qris

    Ia mengungkapkan, rata-rata penghuni rusunawa yang positif ini mengaku dari bepergian ke luar kota. Dan, mereka baru tiba di Kota Surabaya sekitar H+5 pasca libur lebaran.

    “Jadi, ketika mereka tiba di Surabaya, kita langsung lakukan swab,” tukasnya.

    Febria mengatakan, para penghuni rusunawa yang positif tersebut sudah melakukan isolasi mandiri di Hotel Asrama Haji Surabaya. Sementara untuk 18 lokasi rusunawa, sudah dilakukan sterilisasi. “Semua (penghuni positif) sudah isolasi mandiri di Hotel Asrama Haji. Tetapi banyak yang sudah pulang (sembuh) pada saat ini. Rata-rata usia produktif dan mereka tanpa gejala,” jelasnya.

    Disebutkan pula, warga penghuni rusun yang sebelumnya positif itu memang mayoritas belum menerima vaksin. Karena itu, dari total 10.240 warga yang tinggal di 18 rusun itu, 10.190 di antaranya bakal dilakukan vaksinasi massal. ***

    Reporter : Wetly
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan