Senin, 21 Juni 2021
27 C
Surabaya
More
    TajukTantangan Gubernur Khofifah untuk KAHMI

    Tantangan Gubernur Khofifah untuk KAHMI

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Bukan Jawa Timur jika dalam menghadapi berbagai permasalahan nasional, berhenti memberikan kritik konstruktif, juga tantangan terus berpikir dan berkiprah, walaupun pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

    Jumat (28/5/2021), pada saat
    pembukaan Musyawarah Wilayah V Majelis Wilayah Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jatim di Gedung Negara Grahad, baik KAHMI maupun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sama-sama memberikan sumbangsih pemikiran dan kritik konstruktif.

    KAHMI Jawa Timur memberi penghargaan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkait sukses dalam penanganan Covid-19 di Jatim.

    Presidium KAHMI Jatim Prof Muhammad Sasmito, memberikan apresiasi dengan menyerahkan penghargaan karena menilai
    Jatim yang awalnya merah dan beragam, ternyata kepemimpinan Bu Khofifah sekarang mampu menekan hingga zona kuning dan mampu menurunkan kasus positif terinfeksi Covid-19 dengan data dan tanda zona sampai tingkat kampung.

    Penghargaan atas sukses dan keberhasilan menangani dan mencegah Covid-19, diserahkan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Viva Yoga Mauladi.

    Tetapi, jika ada kritik dalam penanganan Covid-19, kata Prof Sasmito, hal tersebut wajar dan merupakan sesuatu yang sehat. Dan kritik itu membuat Bu Khofifah semakin baik dan instropeksi.

    Pembukaan Muswil V KAHMI, dilanjutkan serangkaian diskusi terkait percepatan pembangunan dan dinamika ekonomi di Jatim sejak pandemi Covid-19.

    Terkait diskusi penanganan Covid-19, dan percepatan pemulihan ekonomi, Gubernur Khofifah berterima kasih atas masukan KAHMI Jatim kepada Pemprov.

    Gubernur Khofifah berharap hasil rangkaian diskusi menjadi bahan masukan strategis untuk bersama melakukan lompatan kebijakan dalam hal percepatan penyejahteraan ekonomi masyarakat.

    Sekaligus dapat mengurai, memilih dan memprioritaskan kembali kebangkitan dan pemulihan ekonomi sesuai mandat Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jatim, juga ada kaitan dengan Undang-Undang Cipta Kerja.

    Inilah sebuah demokrasi sejati, selalu dinamis dengan menyampaikan apresiasi dari kinerja masing-masing. Juga tidak kalah penting tetap dengan bersahaja kembalikan sama-sama memberikan kritik konstruktif serta tantangan dalam menyelesaikan program.

    Gubernur Khofifah sebagai ibu bangsa, KAHMI sebagai korps para pemikir, sebagai pengambil keputusan juga kadang sebagai pelaksana, sama-sama berpikir kritis untuk kemajuan bangsa dan negara, untuk kemakmuran serta kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan