Senin, 21 Juni 2021
32 C
Surabaya
More
    TajukPenguatan BNPB Keniscayaan

    Penguatan BNPB Keniscayaan

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Penguatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan keniscayaan dengan posisi dan potensi bencana di tanah air sangat tinggi. Bahkan jumlah bencana alam sejak Januari 2021 sudah menembus angka 1.300 kejadian lebih.

    Diketahui, draf usulan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana (RUU PB) sedang dalam pembahasan di Komisi VIII DPR RI dengan pihak terkait. Indonesia secara geografis, geologis, hidrologis dan demografisnya sangat rentan terjadi bencana.

    Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Imam Rinaldi Nasution dalam keterangan Selasa (25/5/2021), sebagaimana diberitakan RRI.co.id
    mengatakan, PB-HMI mendorong agar masalah kelembagaan BNPB mendapat titik temu dengan pihak terkait.

    Bahkan, setelah mengikuti perkembangan RUU melihat Komisi VIII ingin memperkuat posisi BNPB dan sepakat dengan itu. Misalnya selain masalah Penanggulangan Bencana, penguatan mitigasi dan preventif menjadi masukan tambahan penguatan BNPB. Tentu saja semua dengan dukungan anggaran, cukup dan sudah disepakati 2 persen dari jumlah APBN dan APBD.

    Kepala BNPB periode 2019/2021 Letnan Jenderal (Purn) TNI Doni Monardo memasuki,
    Eks Komandan Paspampres ini mengibaratkan BNPB seperti Kopassus, selalu siap sedia bekerja 24 jam. Penegasan itu dalam sambutan pada acara Sertijab Kepala BNPB, pada Selasa (25/5/2021).

    Bahkan dalam kondisi darurat Covid dan juga penanganan bencana di berbagai daerah, nyaris tidak ada istirahat. Sehingga dalam menghadapi kalangan sipil, tetap perlu mengedepankan jiwa militan.

    Secara khusus Doni menyampaikan rasa syukur diberi kepercayaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin BNPB dalam menangani kebencanaan, termasuk pandemi Covid-19.

    Bahkan merasa bangga dan kagum kepada masyarakat Indonesia, yang cepat tanggap dalam mendukung penanganan bencana tingkat sedang hingga tinggi tanpa diminta. Baik sebagai relawan perorangan maupun organisasi.

    Demikian juga terkait penanganan pandemi Covid-19, mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan Satgas Penanganan Covid-19.

    Diketahui, posisi Doni Monardo sebagai Kepala BNPB resmi digantikan pada hari ini oleh Letjen TNI Ganip Warsito.
    Tidak hanya menggantikan Doni Monardo sebagai Kepala BNPB, Ganip Warsito juga akan mengisi posisi Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

    Pergantian Kepala BNPB dari Doni Monardo ke Ganip Warsito itu tertuang dalam Keppres No.79B/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    Penguatan BNPB dengan penegasan pendelegasian penanganan bencana, sekaligus mempertegas tugas, fungsi dan kewenangan pihak terkait, seperti Kementerian Sosial juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), merupakan keniscayaan.

    Akan tetapi, jauh lebih profesional dan sempurna, jika semua penanganan bencana secara menyeluruh berdasarkan kinerja selama ini, dituangkan secara garis besar dalam UU PB, kemudian dipertegas secara detail dan profesional sesuai tupoksi melalui Peraturan Pemerintah.

    Inilah harapan bersama anak bangsa, supaya penanggulangan bencana tidak dimanfaatkan banyak pihak mengambil keuntungan secara pribadi maupun golongan. Tetapi lebih fokus dan konsentrasi menyelamatkan korban manusia maupun kerusakan akibat bencana. Karena BNPB dan BPBD kuat juga profesional bersama rakyat.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan