Kamis, 23 September 2021
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPPKM Mikro Diperpanjang, PMI dan Libur Lebaran Potensi Kasus Baru
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    PPKM Mikro Diperpanjang, PMI dan Libur Lebaran Potensi Kasus Baru

     

    Penegasan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro (PPKM Mikro) diperpanjang 18-31 Mei 2021, dengan fokus memantau pergerakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), juga meningkatkan melakukan evalusii larangan mudik dan pasca larangan mudik.

    Senin (17/5/2021),
    dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah akan kembali memperpanjang PPKM Mikro hingga 31 Mei 2021. Dengan fokus menekankan pada evaluasi perkembangan kasus setelah Hari Raya dengan 3T, sehingga akan dilakukan monitoring dan evaluasi kasus COVID-19 pada masa larangan mudik dan pascamudik.

    Selain itu, fokus pada pintu kepulangan PMI karena rata-rata mengalami penambahan kenaikan kasus terinfeksi positif Covid-19. Dugaan sementara karena mobilitas masyarakat masih sangat tinggi. Sehingga PMI dan libur panjang lebaran menjadi potensi ancaman penambahan kasus baru Covid-19.

    Oleh karena itu, Satgas Covid-19 terus meningkatkan monitoring dan evaluasi (monev) juga melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) serta melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan semaksimal mungkin penyebaran virus Corona, termasuk kemungkinan masuknya virus Corona varian baru dan penyebarannya.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Hal itu diperkuat pernyataan Airlangga, bahwa masih adanya 11 provinsi dari 30 provinsi pelaksana PPKM Mikro yang mengalami tren kenaikan tambahan konfirmasi harian.
    Ada pula lima provinsi dengan tren kenaikan cukup tajam yaitu di Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh, dan Kalimantan Barat.

    Kenaikan tren tambahan konfirmasi kasus harian menyebabkan tujuh provinsi mempunyai bed occupancy ratio (BOR) lebih dari 50 persen per 8 Mei 2021, yaitu di Sumatera Utara 63,4 persen, Riau 59,1 persen, dan Kepulauan Riau 59,9 persen. Sumatera Selatan 56,6 persen, Jambi 56,2 persen, Lampung 50,8 persen, dan Kalimantan Barat 50,6 persen.

    Sebagian besar provinsi di Sumatera dengan BOR tinggi, karena menjadi tempat masuk kepulangan PMI.
    Demikian juga momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri telah menyebabkan mobilitas penduduk nasional mengalami tren kenaikan.

    Bahkan, sejak sepekan terakhir pada awal Mei 2021.
    Ada tiga provinsi yang mengandalkan pariwisata dengan mobilitas terendah, yaitu di Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Sedangkan tiga provinsi lain dengan mobilitas tertinggi yaitu di Maluku Utara, Bengkulu, dan Sulawesi Tenggara.

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    Sedangkan tingkat kasus aktif dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada di tingkat global, yaitu per 9 Mei 2021 tercatat sebanyak 98.395 kasus dan tingkat kesembuhan 1.568.277 kasus. Sementara itu untuk tingkat kematian sebesar 47.012 kasus atau 2,7 persen dari total kasus global dan masih lebih tinggi bila dibandingkan persentase global sebesar 2,08 persen.

    Perpanjangan PPKM Mikro sebuah keniscayaan, mengingat masih banyak masyarakat melanggar dengan melakukan mudik dengan modus (pulang kampung lebih awal, mensiasati petugas dengan memaksa masuk suatu wilayah larangan, dan sengaja mudik karena kebutuhan dan tuntutan).

    Dapat dibayangkan jika PPKM Mikro tidak diperpanjang, maka pasca libur lebaran, masih bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarwilayah dan berpotensi menimbulkan kerumunan. Juga ledakan mobilitas masyarakat melakukan perjalanan antarwilayah. Termasuk kerumunan di temiat perbelanjaan serta destinasi wisata.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Oleh karena itu, pembatasan kegiatan masyarakat sampai suasana libur lebaran dan kepulangan PMI sudah terkendali, jauh lebih baik supaya dapat memaksimalkan Monev dan 3T guna mencegah dan mengendalikan penambahan kasus Covid-19, yang masih mengancam, terutama masuk virus Corona vatian baru.

    Hanya saja perpanjangan PPKM Mikro agar efektif, harus dilakukan pendataan lebih detail hingga kampung, desa/kelurahan dengan data kasus Covid-19, perkembangan pergerakan masyarakat, data mudik dan arus balik, serta perkembangan kerumunan dengan berbagai model dan bentuk.

    Penerapan zona desa/kelurahan dengan data zona RT dan RW, akan banyak membantu bahwa penanganan dan pengendalian Covid-19 sudah sampai ke seluruh negeri. Juga pendataan vaksinasi serta model membangkitkan dan memulihkan ekonomi dengan tetap dengan menjaga protokol kesehatan serta melaksanakan 3M Plus.

    Semoga PMI dan libur panjang lebaran sebagai potensi ancaman penambahan kasus baru Covid-19, juga kemungkinan kasus dengan virus Corona varian baru, dapat terkendali dengan memperpanjang PPKM Mikro. Juga konsentrasi meningkatkan 3T dan konsisten Monev hingga desa/kelurahan dengan basis data dari RT/RW akan membantu memutus mata rantai Coronavirus Disease 2109.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan