Sabtu, 15 Mei 2021
29 C
Surabaya
More
    OpiniRamadhan, Momentum Perdamaian Dunia

    Ramadhan, Momentum Perdamaian Dunia

    Oleh : Prof. Yuddy Chrisnandi

    Dalam Islam Ramadhan adalah bulan yang memiliki keutamaan dibandingkan bulan-bulan  lainnya , curahan Rahmat Allah diturunkan di bulan suci ini. Al Qur’an diturunkan, perintah  menunaikan ibadah puasa disampaikan, Ramadhan bulan yang penuh ampunan.

    Sebelum  datangnya perintah berpuasa di bulan Ramadhan, tradisi menjalankan ibadah puasa sudah ada sejak nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim dan  Nabi Daud, yang kemudian disempurnakan dalam puasa Ramadhan yang ditegaskan dalam  surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas  kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu  bertakwa”.

    Bulan suci ramadhan bukan sekedar kewajiban berpuasa sebulan penuh bagi umat Islam,  namun menjadi sarana ibadah yang menyatukan nilai-nilai ketakwaan kepada Allah SWT  Sang Pencipta alam semesta dengan nilai-nilai kemanusian terhadap ciptaan-Nya.

    Ramadhan  melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu-amarah, menumbuhkan empati bagi orang lain, melahirkan solidaritas sosial, menciptakan insan yang welas asih, yang pada akhirnya  mengukuhkan kehadiran Islam sebagai Rahmatan lil Alamin.

    Di bulan Ramadhan, sejarah  mencatat peristiwa-peristiwa besar peradaban dunia. Di bulan Ramadhan selalu menjadi  momentum arah masadepan perdamaian Dunia. Proklamasi kemerdekaan Negara Republik  Indonesia, 17 Agustus 1945, berlangsung di bulan Ramadhan.

    Begitupun peristiwa terbesar  yang melanda dunia dengan wabah penyakit corona virus memuncak di bulan Ramadhan  setahun lalu melahirkan kerjasama yang erat seluruh negara di dunia untuk menemukan  Vaksin Covid-19, yang hasilnya mulai kita rasakan memasuki bulan Ramadhan 1442 H tahun  ini, dimana seluruh Bangsa di dunia bersatu untuk dapat segera mengakhiri pandemic Covid 19.

    Baca juga :  Idulfitri, Agungkan Nama Allah, Muliakan Ciptaan-Nya

    Namun disisi lain dunia yang tengah menghadapi tantangan bersama memulihkan yang  terpapar Corona Virus, masih ada bagian yang jauh dari kebersamaan. Kesejahteraan dan  kedamaian yang menjadi modal utama pemulihan pandemic covid-19, merupakan ironi bagi  wilayah-wilayah dimana ketegangan, konflik, sengketa wilayah bahkan peperangan masih  berkecamuk.

    Kerjasama antar negara dunia seakan terputus di wilayah sengketa yang juga  membutuhkan uluran tangan para pemimpin Dunia. Sebut saja di Syiria, Yaman,Nagorno  Karabakh, Crimea-Ukraina Timur, Ossetia Selatan, Kashmir Afghanistan, Libya, Venezuela,  Myanmar, Palestina, Ethiopia, Burkina Faso hingga ketegangan di Laut China Selatan.

    Kesemuanya menginginkan kedamaian, hanya perdamaian yang dapat menghantarkan  kesejahteraan umat manusia.

    Jika diperhatikan dengan sungguh-sungguh, sebagian besar wilayah konflik Dunia yang  tengah berlangsung, tampak sebagian besar keterlibatan negara-negara berpenduduk muslim  yang rakyat dan pemimpinnya tengah menyambut bulan suci Ramadhan yang mulia saat ini.

    Bulan suci Ramadhan yang menebarkan salam kasih sayang, merupakan momentum yang  seharusnya dapat digunakan oleh para pemimpin negara-negara Islam untuk mempersatukan  semua pihak yang bertikai, mempertemukan para pemimpin untuk menghentikan  persengketaan, menghentikan sikap permusuhan.

    Baca juga :  Idulfitri, Agungkan Nama Allah, Muliakan Ciptaan-Nya

    Terlebih jika konflik itu terjadi dalam  sebuah Negara dimana Islam menjadi mayoritas, atau konflik antar negara yang sama-sama  berpenduduk muslim mayoritasnya, bahkan konflik antar negara yang pemimpinnya berbeda  Agama, seorang pemimpin muslim dapat menjadi pionir menciptakan perdamaian.

    Juga bagi  pemimpin dunia lainnya, yang dapat memahami hakikat bulan Ramadhan bagi umat Islam,  akan menjadikan momen untuk mengambil insiatif perdamaian di berbagai wilayah sengketa.

    Para pemimpin negara-negara besar dunia saat ini tengah menghadapi kegamangan. Di satu  sisi ingin mengukuhkan supremasinya, disisi lain menghadapi tantangan internal yang sama  dan tidak mudah mengatasinya, pandemic covid-19. Di satu sisi menunjukan kehebatan  kekuatan teknologi militernya, disisi lain menghadapi masalah ekonomi domestiknya. Tidak  ada satu negara pun yang tidak terimbas jatuh perekonomiannya akibat pandemic Global,  pertumbuhan ekonomi dibawah 0.

    Disatu sisi ingin memiliki pengaruh mengendalikan atau  menguasai negara lain, disisi lain tergantung pada dukungan negara lain. Tidak ada satupun  negara yang saat ini bisa disebut sebagai Super Power. Kekuatan pengaruh sebuah negara  dalam geo-strategi global saat ini sangat ditentukan oleh kolektifitas aliansinya.

    Baca juga :  Idulfitri, Agungkan Nama Allah, Muliakan Ciptaan-Nya

    Situasi ini  merupakan peluang bagi para pemimpin negara-negara Islam untuk membangun aliansi  kolektifnya sesama negara berpenduduk mayoritas Islam dalam menciptakan perdamaian  dunia, khususnya di wilayah-wilayah sengketa dengan mayoritas muslim terbesar hidup  disana : Syiria, Palestina, Yaman, Kashmir, Crimea, Afghanistan, Libya dan lainnya.

    Para  pemimpin negara Islam seharusnya berinsiatif menyelesaikan sengketa di wilayahnya,  bahkan mengajak para pemimpin negara lain untuk bersama-sama mendukung terciptanya  perdamaian. Bukan sesuatu yang mustahil untuk mewujudkannya.

    Bulan Ramadhan adalah momentum yang paling baik untuk mengajak seluruh umat muslim  dunia menciptakan perdamaian, memperkokoh persaudaraan, membangun kembali  peradaban yang mensejahterakan umat manusia.

    Pesan perdamaian dan persaudaraan umat  islam yang mencintai umat manusia, yang toleran, yang menjauhi cara-cara kekerasan dalam  upaya menyelesaikan masalah , perlu diimplementasikan dengan nyata untuk menyadarkan  Dunia tentang arti pentingnya nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil Alamin, memberi kebaikan  bagi semesta alam. Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melakukan hal ini.

    Ada dua agenda besar yang menjadi tantangan para pemimpin negara-negara Islam saat ini yaitu mengatasi pandemic covid-19 agar segera keluar dari krisis nasional-global dan  menghentikan konflik-peperangan di wilayah-wilayah negara berpenduduk islam.

    Semoga para pemimpin negara-negara Islam dan negara lainnya, di bulan suci Ramadhan 1442 H ini  mampu menciptakan perdamaian dunia yang abadi. (*)

    Penulis adalah Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional/ Duta Besar RI untuk  Ukraina, Armenia&Georgia

    Reporter :
    Penulis : Prof. Yuddy Chrisnandi
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan