WAKIL Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam untuk menjaga kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan agar terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers usai sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar di Auditorium HM Rasjdi, kantor layanan Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
“Dalam waktu singkat ini mari kita pelihara kebersamaan selama Ramadan yang kondusif dengan ibadah dan kekhusukan, lalu kita lanjutkan di 11 bulan berikutnya,” ujar Cholil Nafis.
Ia menekankan pentingnya menerapkan pola hidup efisien sebagai hasil pembelajaran selama Ramadan. Umat, menurutnya, telah dilatih untuk menahan diri dari konsumsi berlebihan, bahkan terhadap hal-hal yang halal.
“Bagaimana kita melatih diri untuk tidak berlebihan mengonsumsi. Yang halal pun kita tahan, apalagi yang haram,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan kewajiban zakat sebagai instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial. Pada akhir Ramadan, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah, serta zakat mal bagi yang telah memenuhi syarat.
Cholil Nafis juga mengajak umat membiasakan berbagi sebagai wujud keimanan. “Orang yang bersedekah itu menjadi bukti keimanan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsistensi dalam menjaga kebiasaan baik setelah Ramadan menjadi indikator diterimanya ibadah selama bulan suci. “Jika kebiasaan baik itu terus dijaga, insyaallah Ramadan kita diterima oleh Allah SWT,” katanya.
Dalam konteks penetapan Hari Raya Idulfitri, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memperkeruh suasana dengan perbedaan pengumuman di ruang publik. Ia berharap masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah demi menjaga ketertiban dan persatuan.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa sidang isbat merupakan bentuk fasilitasi negara dalam menentukan awal bulan qamariyah, khususnya yang berkaitan dengan ibadah dan kepentingan umat secara luas.
Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. (*)





