Minggu, 21 Juli 2024
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoEmpat Puskesmas Dihentikan Rawat Isolasi Covid-19

    Karena kasus Covid-19 terus menurun

    Empat Puskesmas Dihentikan Rawat Isolasi Covid-19

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Sedikitnya empat (4) Puskesmas yang menyebar di Kab. Mojokerto dihentikan untuk rawat isolasi penderita covid-19. Langkah ini diambil setelah melalui analisa matang serta didukung dengan data penurunan jumlah pasien isolasi di Kab. Mojokerto.

    “Pengurangan jumlah puskesmas isolasi mulai Senin 15 Maret 2021, sehingga fokusnya saat ini di dua lokasi tadi. Tapi itu pun terus kita kawal terus dengan evaluasi, serta mengikuti situasi dan kondisi,”jelas Kadinkes Kab. Mojokerto, dr. Sujatmiko , di temui di Kantornya, Rabu (17/3).

    Menurut Kadinkes Kab. Mojokerto, terus menurunnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto terus meningkatkan efektivitas dengan langkah mengurangi jumlah puskesmas isolasi.

    Baca juga :  Bupati Mojokerto Ajak Notaris & PPAT Masuk Desa Pastikan Tiap Tanah Bersertifikat

    Dari yang awalnya enam yakni Puskesmas Gondang, Jatirejo, Puri, Gayaman, Kupang dan Dawarblandong, diturunkan statusnya menjadi hanya di dua titik fokus saja. Yakni Puskesmas Gondang dan Dawarblandong. Langkah ini diambil setelah melalui analisa matang, didukung dengan data penurunan jumlah pasien isolasi.

    Masih kata Sujatmiko, saat ini total hunian isolasi di dua puskesmas tersebut berjumlah 35, dari 50 tempat tidur yang disediakan. Sedangkan untuk rumah sakit, terpantau mulai dari RSUD Soekandar terpakai 28 dari 113, RS Sakinah terpakai 18 dari 50, RSUD Sumberglagah terpakai 3 dari 6, dan RS Sidowaras terpakai 15 dari 47 tempat tidur.

    Secara terpisah, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati selaku Ketua Satgas Covid-19, meminta agar hal ini menjadi lecutan semangat bersama dalam menangani pandemi. Untuk itu, kami instruksikan agar upaya pencegahan konkrit, terus dilakukan secara berkesinambungan dengan komunikasi dan sinergi matang.

    Baca juga :  Lampaui Target:  Pajak Daerah Kota Mojokerto Capai Rp 51,9 Miliar 

    “Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan Fokopimda, Alhamdulillah trend kasus kita terus menurun. Kita juga terus melaksanakan vaksinasi sesuai jumlah droping dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Namun saya mengajak agar kita semua tidak terlena, protokol kesehatan harus tetap ditaati karena kita tidak tahu kapan pandemi selesai,” pesan bupati.

    Sejalan dengan rencana tersebut, Bupati Ikfina turut menginstruksikan untuk fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat. Bupati meminta agar OPD terkait, segera mendata sasaran untuk pemulihan ekonomi seperti pedagang dan pelaku UMKM. (gia)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Editor : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2021 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan