Rabu, 14 April 2021
32 C
Surabaya
More
    PendidikanEri Bahas Kolaborasi Guru hingga Penambahan Jumlah Siswa Rombel

    Eri Bahas Kolaborasi Guru hingga Penambahan Jumlah Siswa Rombel

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Menjelang tahun ajaran 2021/2022, Wali Kota Surabaya berdiskusi sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta, Rabu (10/3/2021).

    Ada beberapa poin yang disampaikan Eri. Mulai dari kesejahteraan para guru, kualitas pendidikan yang sama baik sekolah negeri maupun swasta, serta perhatian khusus kepada pelajar inklusi.

    “Ayo kita sama-sama meningkatkan kemampuan agar kita dicintai oleh wali murid dan murid dan mau bersekolah di tempat bapak-ibu,” kata Eri.

    Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), jumlah per rombongan belajar (Rombel) terdiri dari 32 siswa. Namun begitu, Eri menjelaskan ada sekitar 5.135 siswa yang tidak tertampung untuk masuk ke SMP negeri maupun swasta.

    Baca juga :  Ketua DIA Untag Surabaya Dr. Kodrat Sunyoto: Ini Bentuk Pengabdian Intelektual

    Selain itu, dia membeberkan ada dua kemungkinan untuk mengatasi persoalan itu. Pertama, dengan mengajukan tambah kelas, atau kedua menambah jumlah siswa dalam setiap kelasnya.

    “Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Maka itu menjadi tugas kami di kota karena pendidikan untuk kepentingan anak bangsa,” lanjut dia.

    Berikutnya, orang pertama di Kota Pahlawan ini meminta agar semua sekolah saling berlolaborasi dan menyatu tanpa ada persaingan antar sekolah demi kesejahteraan guru.

    Dia mencontohkan, ketika guru di sekolah A hanya mengajar selama tiga jam dalam sehari, setelah itu guru tersebut dapat bergeser ke sekolah lain untuk mengajar atau istilahnya sharing (berbagi) guru. Dari situlah gaji yang diperoleh guru pun sesuai dengan UMK.

    Baca juga :  Ketua DIA Untag Surabaya Dr. Kodrat Sunyoto: Ini Bentuk Pengabdian Intelektual

    “Karena selama ini yang terjadi setiap sekolah mengundang guru yang berbeda. Jadi harus saling kerja sama atau kolaborasi. Karena bopda yang saya buat ketemunya adalah UMK. Saya selalu bilang kebersamaan, gotong royong kelapangan hati kita untuk tidak menjadi yang nomor satu terus,” tegasnya.

    Termasuk bagi pelajar berkebutuhan khusus atau sekolah inklusi. Eri pun mengungkapkan akan memberikan tambahan guru pendidik serta pelayanan yang lebih.

    Sebab menurutnya, kebutuhan pelajar tersebut juga berbeda dibandingkan dengan siswa-siswi pada umumnya. “Pelayanan kita harus lebih dari sekolah biasa. Karena kita tahu kebutuhan mereka juga lebih. Sehingga pemerintah harus hadir di sana. Kota ini harus ramah dengan yang berkebutuhan khusus,” urainya.

    Baca juga :  Ketua DIA Untag Surabaya Dr. Kodrat Sunyoto: Ini Bentuk Pengabdian Intelektual

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo menambahkan, pihaknya bakal mengajukan kepada untuk menambah jumlah anak dalam satu rombel.

    Dia pun merinci, berdasarkan data,  jumlah lulusan SD/MI sebanyak 46.575 siswa. Dari angka tersebut, daya tampung SMP/MTs berjumlah 23.232 siswa. Kemudian daya tampung SMP negeri berjumlah 18.208 yang terdiri dari 569 rombel.

    “Selisihnya yakni 5.135 orang. Kita ajukan kepada kementerian untuk menambah jumlah anak yang berada dalam satu rombel. Supaya angka itu bisa tertampung,” katanya. (wt)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan