Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiSelamat Jalan Budi Johanes, Gelandang Hebat Persebaya

    Selamat Jalan Budi Johanes, Gelandang Hebat Persebaya

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Ketika berita duka dari dedengkot promotor musik dan manajer Persebaya All Star, H Iwan Syafi’i bahwa Budi Johanes “Arek Ambengan”, gelandang Persebaya telah wafat langsung pikiran melayang ke lapangan hijau.

    Budi Johanes lahir menjadi pemain hebat di Persebaya dan tim nasional, mengocek bola dari kampung Ambengan Surabaya (sebelah selatan THR dan Taman Remaja), bahkan hanya dipisahkan tembok batas kampung.

    Rumah kediaman Budi Johanes pada masa muda, hanya berjarak sekitar 500 meter dari lapangan Persebaya di Karanggayam Surabaya dan Stadion Gelora 10 November Surabaya. Tetapi sang gelandang elegent dengan talenta luar biasa, bergabung dengan klub Indonesia Muda, anggota Divisi Utama Persebaya.

    Ketika Persebaya kembali meraih prestasi gemilang pada tahun 1986/1987 menjadi juara Perserikatan dengan menaklukkan Persija Jakarta 3-2 di Grand Final, kontribusi Budi Johanes sebagai play maker, sebagai gelandang hebat, sangat mewarnai.

    Persebaya ketika itu dengan formasi 4-4-2 Tim Inti ; I Gede Putu Yasa (gawang) Nuryono Hariyadi-Subangkit (stoper), Muharrom Rusdiana (back kanan) Zaenal Suripto/Usman Hadi (back kiri), Budi Johanes, Maura Helly/Seger Sutrisno, Yongki Kastanya, Aries Sainyakit (tengah/gelandang) duet striker Syamsul Arifin dan Mustaqim.

    Pemain cadangan Kusnadi (gawang), Totok Anjik, Bachtiar Gajah, Yusuf Ekodono, Budi Santoso, Ibnu Grahan, Nanang Harmudji, Ibnu Grahan, Salim Barmen, Moh. Anies dan sejumlah pemain muda.

    Almarhum Budi Johanes sebagai pemain senior dan karyawan BRI, mampu mengemban amanat sebagai pemain senior dengan baik bahkan sangat elegant, bahkan disebut sebagai play maker dengan wawasan bermain sangat luas, hebat, dan membuat penonton menjadi penikmat.

    Almarhum Budi Johanes mudah bergaul dan mampu menjinakkan lapangan hijau dengan individu skill sangat mumpuni. Bahkan mau membagi kelebihan dengan pemain yunior termasuk gelandang muda, yang waktu itu satu klub di IM, Yusuf Ekodono dan Seger Sutrisno.

    Bahkan, dengan sesama pemain senior seperti Syamsul Arifin, Subangkit, dan Nuryono Hariadi, dan sesama pemain inti seperti Mustaqim dapat diskusi dengan gayeng.

    Kepribadian Budi Johanes di lapangan hijau dan di luar lapangan, sudah terbukti sangat familiar dengan siapa saja. Kini setelah didera sakit stroke ringan, almarhum Budi Johanes kembali ke Rahmatullah alias wafat, Rabu (3/3/2021), di rumah duka Rungkut Barata XV no 32.

    Selamat Jalan Budi Johanes, masyarakat sepakbola pasti mengenang kehebatan gelandang asli Ambengan Surabaya ini, insyaAllah semua kebaikan selama ini menjadi catatan amal kebaikan, menjadi jalan menuju tempat mulia di sisi Allah SWT. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan