Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    OpiniTajukJatim BEJO Wajib Jadi Gerakan Massal

    Jatim BEJO Wajib Jadi Gerakan Massal

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan salah satu dukungan dan dorongan membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara nasional, wajib mendapat dukungan semua pihak, mengingat pilar ekonomi nasional salah satunya ialah menghidupkan usaha mikro dan kecil.

    Program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan mendorong pengadaan barang dan jasa dari para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai strategi dalam rangka memberikan stimulus kestabilan ekonomi daerah di tengah pandemi Covid-19, patut mendapat kebijakan khusus menjadi gerakan masaal.

    Yaitu gerakan massal Jatim BEJO (Jawa Timur belanja onoine), dengan mewajibkan masyarakat aktif belanja online pada pelaku UMK. Mengingat Pemprov Jatim sudah memberi contoh dengan kontinyu melakukan Jatim BEJO.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Diketahui, sepanjang tahun 2021 ini, terhitung sejak 1 Januari 2021 sampai dengan 23 Februari 2021, tercatat transaksi pengadaan barang dan jasa dari pelaku UMK yang sudah dilakukan Pemprov Jatim mencapai Rp 1,1 miliar.

    Transaksi itu dilakukan dari pelaksanaan Program Jatim BEJO (Jawa Timur Belanja Online) dengan memanfaatkan E-marketplace dalam bentuk Toko Daring untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Jawa Timur.

    Transaksi tersebut di atas terdiri dari 759 pesanan dengan kontribusi paling tinggi berupa katagori makan dan minuman. Dengan jumlah penyedia UMK yang telah terdaftar dalam platform e-marketplace Jatim BEJO mencapai 638 penyedia.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tertanggal 23 Pebruari 2021 Nomor 027/2337/022.1/2021 tentang Pelaksanaan Program Jatim BEJO.

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    SE Gubernur Jatim akan menjadi kekuatan dahsyat, jika segera dimassalkan Jatim BEJO, terutama Aparat Sipil Negera (ASN) dan masyarakat yang berkemampuan untuk melakukan gerakan mendukung Jatim BEJO.

    Tentu saja pemetaan dan pemerataan daya beli dengan program Jatim BEJO, harus dikelola secara profesional, sehingga 638 penyedia bukan sekedar angka, tetapi terpantau produk dan peningkatan usaha karena Jatim BEJO.

    Tentu saja pemetaan dan penguatan Jatim BEJO harus massif sampai kabupaten/kota dengan pendataan sangat rinci rigit, juga memprioritaskan produk basis dan potensi lokal. InsyaAllah Gerakan Jatim BEJO massal,
    akan menjadi percontohan kebangkitan dan pemulihan ekonomi nasional, sekaligus penguatan pilar ekonomi masa depan. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan